Cerita Sex Teman dari SMP


Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Teman dari SMP. Nama saya Joni,sebut saja begitu.Umur saya saat ini 24 tahun.Namun cerita yang ingin saya bawakan adalah cerita masa SMA saya.Saat itu umur saya baru menginjak 17 tahun.Saya bersekolah disekolah swasta di Jakarta Barat.


Teman dari SMP


Cerita sex sahabat, cerita hot terbaru, cerita mesum terbaru, cerita sahabat terbaru, kumpulan cerita mesum terbaru, cerita sahabat terbaru hot, cerita mesum sahabat terbaru, cerita seks terbaru, cerita kenthu sahabat terbaru

Cerita Sex Teman dari SMP



Untuk anak umur 17 tahun,bukan kegeeran,tapi tampang dan body saya memang cukup bagus.Saya keturunan chinese,berkulit putih.Tinggi dan berat badan saya pun ideal karena saya adalah salah satu pemain basket andalan sekolah saya saat itu.


Dari segi akademis pun saya tidak mengecewakan.Saya selalu masuk 10 besar dikelas saya.Tidak heran kalau banyak cewe yang tertarik dengan saya.Tapi diantara cewe itu,hanya ada satu yang benar” membuat saya penasaran.


Sebut saja namanya Indah.Seperti rupanya,sangat indah.Dia juga seorang keturunan chinese,dengan hidung mancung,kulit putih,rambut panjang sepinggang tetapi sehari-hari selalu dibuat seperti buntut kuda yang benar” membuatnya terlihat cantik.


Tubuhnya memang tidak terlalu semok.Dada nya tidak terlalu besar jika dilihat dari luar dan pantatnya pun tidak terlalu montok.Tetapi hanya dengan melihat wajahnya saja sudah membuat jantung berdebar.


Saya dan indah sudah berteman cukup lama.Dari SMP saya sudah mengenalnya tetapi baru kenal dengan dekat saat menginjak bangku SMA,dan Indah merupakan jawara dikelas.Dia selalu menjadi ranking 1 dari tahun ke tahun.


Dan teman” saya pun sudah mengetahui bahwa saya naksir dengan si Indah,tetapi saya tidak berani mengatakannya karena takut ditolak saat itu dan dia tidak terlihat berminat untuk menjalin hubungan dengan siapapun.


Oke kita akan langsung keinti ceritanya.Saat itu guru fisika kami memberikan tugas kelompok.Membuat suatu percobaan listrik dengan menggunakan baterai.Kebetulan saya dan indah satu kelompok saat itu,dengan 3 teman kami yang lain.Akhirnya kami pun janjian untuk mengerjakan tugas tersebut dirumah saya.


Kebetulan rumah saya terhitung rumah yang besar,jadi bisa lebih leluasa mengerjakannya,dan pada hari itu rumah dalam keadaan kosong,ortu saya sedang keluar saat itu.Kami janjian jam 1 siang.Saya sangat ingat saat itu masi jam 12 siang.


“Wah masi ada 1 jam nh,buka bokep dlu ah” pikirku.


Saat sedang asik onani,tiba” ada yang mengetuk pintu gerbang rumah saya.Sontak saya kaget dan langsung kedepan untuk melihat siapa yang datang.


“Joniii,ini Indah,bukain dong” teriak orang yang diluar.


“Cepet amat lu dteng,kan janjian jam 1” kataku sambil membukakan gerbang.


“Iya abis ga ada yang nganterin klo jam 1,ya udh gw jalan aja sekarang”


“Ya udh masuk2”


Sebenernya dalam hati merasa terganggu dengan kedatangannya,Cuma gak apa apa lah,ada kesempatan buat deketin dia pikirku saat itu.Posisi komputer saya waktu itu berada diruang tamu,sehingga jika ada tamu yang datang bisa langsung melihat komputer saya saat itu.


Bodohnya saya,saya tidak ngeclose situs porno yang saya buka saat itu dan baru ingat saat saya didapur untuk mengambil minum untuk Indah.


“Mampus gw” dalam hati saya.


“Ih Jon lu buka apaan nih! Hahahahaha” katanya dengan sangat keras.


“Oi udh jangan diliatin,itu tontonannya cowo”


“Wah bokep nh joni,ganteng2 suka buka yang begituan ! Hahahaha”


“Bawel lu”.Saya langsung mengclose website itu.


“Ih itu juga bangun tuh,basah2 gitu lagi celananya,abis ngapain lu!”


“Urusan cowo mau tau aja”


“Wah abis onani ya ! Ih joni napsunya disalurin dengan hal itu hahahhaa”


“Yee dari pada gw main cewe,makin gak bener kan” kataku untuk membela diri sendiri.


Akhirnya kami pun mengobrol ngalur ngidul.Saat itu saya merasa senang tapi juga takut.Senang karena bisa berduaan sama Indah,takut karena dia bisa saja merasa ilfeel karena kejadian itu.


“Dah jangan bilang anak2 ya,malu gw”


“Lu mau kasih gw apa buat tutup mulut? Hahahaha” katanya sambil bercanda.


“Matre lu !” kataku dengan sedikit kecemasan


“Iya tenang aja,rahasia lu aman sama gw !” katanya.


Tidak beberapa lama akhirnya teman yang lain pun datang.Sekitar 2 jam kami berdiskusi dan mengerjakan tugas itu dengan serius dan sedikit candaan.


Tetapi untungnya Indah menepati janjinya untuk tidak mengatakan apapun tentang kejadian tadi.Waktu menunjukan pukul 4 sore.


Tugas kami pun sudah selesai dan kami semua pun ngobrol ringan.Akhirnya satu per satu dari mereka pulang,hingga tersisa Indah.


“Balik sama siapa Dah?” kataku memecah kesunyian saat itu.


“Gak tau nih,Bokap bilang bisa jemput nanti jam 6” katanya.


“Ya udh mau lu tunggu sampe jam 6 apa mau gw anterin?”


“Anterin deh ya tolong jon”


“Oke deh,bentar gw ganti baju dlu ya” kataku sambil masuk kekamar.


Saat sedang mengganti celana,kaget bukan main tiba2 Indah masuk kekamar.


“Oi ngapain lu” kataku sambil berusaha menutup celana dalam saya.


“Minta imbalan buat tutup mulut”


“Imbalan apaan” kataku bingung.


“Gw sebenernya suka sama lu jon,sebenrnya tadi siang pas gw liat web bokep tadi gw mau ngajak lu ML,Cuma malu,kan gw cewe” katanya.


Saat mendengar kata2nya,si Joni Jr langsung meronta keluar dari celana dalam.Tanpa panjang lebar saya langsung mencium bibir merah nya yang benar2 menggoda.Saya hisap lidahnya dengan sangat nafsu.Dia pun membalas ciumanku dengan nafsu pula.


Sekitar 10 menit kami dalam posisi saling mengulum bibir.Dia pun sudah mulai berani meraba2 penisku yang sejak tadi sudah bangun.


“Gede juga jon” katanya sedikit kaget.


Indah langsung melorotkan celana dalamku.Muncul lah Joni Jr yang sejak tadi minta dibebaskan. Ukuran penis saya saat itu memang cukup besar,18 cm.Tanpa basa basi langsung dihisap penisku.Dijilat dari atas kebawah,sampai bijinya pun di emut olehnya.


“Udh pengalaman ya?” tanyaku.


“Enggak,ini baru pertama,Cuma gw sering nonton bokep juga jadi tau caranya gimana”


Wah ternyata cewe pintar yang gw pikir alim beringas juga. Langsung saya angkat badannya keranjang.Saya buka satu per satu pakaiannya,mulai dari baju,celana hingga dalemannya.


Saat saya buka Bhnya,ternyata tete nya lumayan bagus juga.Bentuknya bulat bagus dengan puting berwarna pink.Saya langsung jilat,kulum dan pelintir2 putingnya.


“Ohhh iya gitu jon…iya terus..ohhh”


Tidak terlalu lama saya mengulum putingnya.Karena sudah tidak tahan,langsung saya buka celana dalamnya.Tampak juga akhirnya yang saya tunggu2.Vaginanya terlihat sangat seperti namanya,Indah.


Dengan bulu yang tidak terlalu lebat,dan juga sudah cukup basah.Saya praktekan apa yang telah saya lihat di video2 porno.Saya hisap vaginanya dengan ganas.Kadang saya masukkan sedikit lidah dan jari kedalam lubangnya.


“Terus..terus iya begitu terus..ohhhh…mhhh”


Saya sudah bener2 tidak tahan.


“Gw masukkin ya”


“Iya cepet masukin” katanya dengan sangat bernafsu.


Saya langsung mencoba memasukkan penis saya,tetapi susah banget.Vaginanya masih rapet,dan juga ini pertama kali saya melakukan sesuatu hingga sejauh ini.Setelah beberapa lama akhirnya kepala penis saya pun masuk ke vaginanya.


“Ohhhhhhh….terus..sampe abis jon..teruss…”


Saya hanya memainkannya di dinding vaginanya.Nikmat sekali pikir saya waktu itu.Saya langsung kulum bibirnya dengan nafsu.Saat sedang asik menciuminya,saya langsung sodok sekeras2nya penis saya hingga terasa ada yang robek saya rasakan divaginanya.


“Hmmmm..hmhmhm” gumamnya tidak jelas karena bibir kami masih berciuman,tapi saya tau dia pasti sangat kesakitan saat itu karena terasa dari lonjakkan badannya.Seketika dia seperti kejang2.


Tiba2 terasa cairan hangat di penis saya.Ternyata dia sudah keluar karena sodokkan saya itu.Tanpa pikir panjang langsung saya maju mundurkan penis saya.


“oh..oh…hmmm..terus..jo…n..enakk…ahhhhhh”


Saya benar” pertama kali merasakan seluruh penis saya terasa seperti dipijit2 didalam vaginanya.Terasa nikmat sekali.Pinggul saya tidak bisa berhenti.Selama sekitar 10 menit kami berdua sex dalam posisi itu.Saya pun berinisiatif untuk mencoba “doggy style”.


Saya langsung putar badannya,sambil menepuk nepuk pantatnya saya genjot terus penis saya kedalam vaginanya.Terlihat ada bercak darah yang menetes.Ternyata benar dia masih perawan.


“Ohhh…man..tap jon….ahhhh..ter..us..lebih..ken..cengg.. ahhhhhhhhh”


Akhirnya saya pun mencapai batasnya.Penis ini rasanya ingin meledak.


“Keluarin dimana nih…”


“Didal..em..aja.hh….ahhh…ohh.” katanya tidak jelas.


Akhirnya muncrat lah sperma saya didalam vaginanya.Terasa sangat nikmat.Kami berdua pun tergulai lemas diranjang dengan penis yang masih tertancap divaginanya.


“Mantap gak?” tanyaku


“Mantapppp” katanya dengan nafas yang tidak teratur.


Sekitar 10 menit kami istirahat.Setelah itu kami lanjutkan permainan kami ke ronde 2.Permainan kami pun tidak kalah menarik seperti yang pertama.Setelah skitar setengah jam saya pun mencapai batasnya dan lagi2 saya keluar didalam vaginanya.


Ada perasaan sedikit takut,bagaimana kalau dia hamil,tetapi itu semua langsung berlalu kerena kenikmatan saya rasakan.Waktu sudah menunjukkan pukul 17:30.Indah pun mengatakan kalau dia hrus pulang. Kami pun memakai kembali pakaian kami.


Tidak banyak yang kami katakan,yang kami lakukan hanya tertawa mengingat apa yang telah kami lakukan.


Saya pun mengantarkannya pulang menggunakan mobil saya.Didalam mobil pun kami tidak terlalu banyak bicara.Dia hanya tiba2 mengocok penis saya saat saya mengemudi.Terasa aneh tetapi enak. Akhirnya kami pun tiba dirumahnya.


Sebelum dia keluar mobil kami sempat berciuman dengan sangat bernafsu.Hampir saja saya kelepasan dan melakukan sex didalam mobil di depan rumahnya.


Tetapi itu tidak terjadi karena ibunya kluar dari rumah. Saya pun mampir sebentar kerumahnya. Tidak lama saya pamit pulang karena sudah sore.Saya berpikir didalam mobil “Gila,akhirnya dapet juga begituan sama Indah hahaha”.


Keesokan harinya,kami berdua bertemu dikelas,dan dengan saya benar2 kaget,di depan teman2 kami,dia memeluk saya dan bilang kepada mereka bahwa kami sudah jadian.


Teman2 kami pun memberi selamat. Indah hanya menggedipkan matanya kepada saya.Dan saat ini,Indah sudah resmi menjadi tunangan saya.Saya sangat bersyukur,mungkin bila saya tidak menonton video porno saat itu,kehidupan saya tidak seperti ini.Mungkin…


/ Cerita Sex / Cerita ABG / Hot / SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan



Buruan masuk > http://bit.ly/1o9mA9C

Cerita Sex Kepuasanan Seksual


Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Kepuasanan Seksual. Namaku Cynthia.Saat ini umurku sudah menginjak 26 tahun.Kejadian ini terjadi saat aku masih berusia 17 tahun.Untuk seusiaku saat itu,tubuhku bisa dibilang sangat sexy.Ukuran dadaku 35,dengan pantat yang kencang dan wajah cantik percampuran antara orang jawa dan cina singkawang.


Kepuasanan Seksual


cerita sex sedarah, cerita ml sedarah, cerita ngesex sedarah, sedarah cerita, cerita hubungan sedarah, cerita sedarah bergambar, cerita ngetot sedarah, cerita 18 sedarah, cerita sedarah keluarga, cerita sedarah panas, cerita sedarah baru, daftar cerita sedarah, cerita seks sedarah, cerita sedarah kakak, cerita bokep sedarah, cerita nakal sedarah, cerita ngntot sedarah, cerita sedarah adik, cerita sedarah new, cerita sedarah terkini, cerita sedarah 18, cerita wanita sedarah, cerita cerita sedarah

Cerita Sex Kepuasanan Seksual



Rambut panjang sepinggang dan kulitku yang putih layaknya orang keturunan chinese pada umumnya membuatku menjadi primadona di sekolahku saat itu.Terlebih lagi aku adalah ketua OSIS dan selalu mendapat ranking 3 besar dikelasku.


Banyak sekali cowo-cowo yang datang mendekatiku,tetapi hatiku jatuh kepada kakak dari temanku.Namanya Andi,seorang mahasiswa dan juga pebisnis,meskipun masih dalam skala kecil.Tetapi kisah ini tidak ada hubungannya dengan Andi,kisah ini bercerita tentang kepuasan seksual yang kudapatkan dari kedua saudara kembarku.


Ya,aku memiliki 2 adik lelaki yang kembar.Saat kejadian ini,usia mereka 16 tahun.Namanya Samuel dan David.Meskipun kembar,tetapi wajah mereka tidak identik,karena itulah nama kedua adikku itu tidak ada kemiripan sama sekali.Sifat merekapun sangat berbeda.


Samuel sang kakak,lebih aktif dengan kegiatan luar,seperti bermain basket dan olahraga lainnya sedangkan David lebih suka kegiatan didalam rumah,seperti game online yang sangat dia sukai.


Saat itu kami masih tidur dikamar yang sama,dan orang tua kami pun berinisiatif memisah kamar kami,karena umur kami yang sudah menginjak remaja.Kami pun menyetujuinya.Kamar kami cukup besar,karena itu orang tua kami hanya membangun tembok untuk memisahkan kamarku dengan kamar adikku.Tetapi,sebelum tembok itu dibangun,kejadian yang hingga saat ini aku kenang selalu pun terjadi.


Saat itu sedang musim libur sekolah.Seperti biasa aku bangun pagi sekitar jam setangah 5 pagi untuk lari pagi dengan Samuel.David saat itu masih tertidur akibat begadang bermain game online kesukaannya hingga jam 2 pagi.


Aku mengetahui itu karena aku juga belum tidur saat itu.Komputer David memang berada didalam kamar kami,jadi suara berisik dari gamenya sangat mengganggu tidurku.


Seperti biasa,aku lari pagi dengan Samuel di taman dekat rumah kami.Setiap lari pagi aku selalu menggunakan tanktop tanpa BH dan celana lari yang ketat,sehingga menunjukkan keseksianku karena hal itu adalah hal yang aku banggakan.Waktu menunjukkan pukul 6 pagi.Kami pun berjalan pulang.


”Ci,lapar nih.Makan dulu yuk” kata Samuel


“Yuk,gw juga lapar” kataku sambil mengusap-usap perut.Kami pun makan nasi uduk langganan kami dekat rumah,sangat ramai saat itu karena memang jam orang pergi kerja dan mereka membeli untuk bekal makanan.Kami berdua makan ditempat.Aku merasa banyak yang melirik paha dan dada ku saat aku makan disana.


“Ci banyak yang liatin tuh ! Besok2 bawa jaket aja kalo lari pagi lagi” kata samuel tiba2


“Gak apa apa,gw sengaja kok pake pakaian begini,bangga coi punya badan semok kaya gini” kataku bercanda. “Tetep aja gw sebagai adik lu ngerasa risih lah” katanya dengan sedikit marah.


“Udah lah santai aja,gw nya aja gak kenapa napa kok”


Setelah selesai kami pun langsung pulang.Waktu menunjukkan pukul setengah 7,kedua orangtua ku sudah pergi bekerja,sehingga rumah hanya tersisa kami bertiga.Aku pun langsung menuju kamarku untuk mengambil baju dan handuk untuk mandi.


Samuel langsung duduk di ruang tamu untuk menonton acara TV kesukaannya.Betapa kagetnya aku saat masuk kekamar.Kulihat David sedang asik mengocok penis nya sambil nonton bokep.Sebenarnya bukan hal aneh melihat David nonton bokep.


Aku sering melihatnya sedang menonton bokep karena komputernya berada didalam kamar dan terkadang saat malam dia menontonnya.Yang membuat kaget adalah ukuran penisnya yang sangat besar.


Aku pun merasa sedikit horny saat itu.Baru pertama kali aku melihat langsung penis besar seperti yang ada dibokep2 yang sering kutonton bareng Andi.Aku pun hanya terdiam melihat David asik mengocok penisnya.Terdengar suara “Akhhh….Ughhh..Akhhh” dari mulut David yang malah membuatku tambah horny.Tanpa pikir panjang,aku langsung memegang penis David dari belakang.Dia pun sangat kaget saat aku melakukan itu.


“Eh cii..oi ngapain lu..” katanya kaget bercampur takut.


“Udah diem nanti si Sam denger,nikmatin aja.Salah lu sendiri bikin gw horny kaya gini” kataku sambil mengocok penisnya.
Terdengar suara kenikmatan dari mulut David.Kukocok terus penisnya selama 3 menitan,tanganku pun mulai pegal mengocok terus.Aku langsung memutar kursinya,dan langsung kulahap penis besar itu kedalam mulutku.


“Ughhh…Mantap ciii…teruss..ohhh” katanya keenakan.Kukulum penis besar itu dengan sangat bernafsu.Tanpa sadar tangan kiriku mulai mengusap vaginaku yang masih terbungkus dengan celana lariku dan tangan kananku meremas2 payudaraku sendiri.


Melihat hal itu david pun mulai sedikit menggoyangkan pinggulnya,sehingga membantuku memasukkan penisnya lebih dalam lagi kedalam mulutku.Dia mulai menjambak rambutku untuk tetap menjaga keseimbangannya.Tidak lama kemudian goyangannya pun mulai bertambah cepat


Dan tiba2 crot…crottt….crotttt…Sperma David pun muncrat didalam mulutku.Saking banyaknya ada sedikit spermanya yang keluar dari mulutku.David pun mengerang dengan kencang karena kenikmatan yang baru saja dia rasakan.


“Ughhhh…Aghhhh..Mantappppppp !!”.Aku pun kaget karena erangannya sangat kencang.Langsung ku telan sperma yang berada didalam mulutku dan langsung kusuruh diam adik kecil ku ini.


“Jangan berisik nanti si Samuel de…”.Belum selesai kata2ku,Samuel langsung masuk kekamar sambil berteriak.
“Ada apaan! Oi ci,vid napa lu” katanya sambil gelagapan.Dia pun kaget bukan kepayang melihat David yang memamerkan penisnya dan mulutku yang belepotan sperma.


“Wah gila lu berdua” katanya.Hanya itu yang terucap dari mulut Samuel.Kulihat penisnya pun mulai bangun.Kami bertiga pun diam untuk beberapa detik.Tidak ada yang berbicara maupun bergerak sedikitpun.Tiba2 suara Samuel memecah kesunyian.


“Gw juga mau ci klo gitu ! Gak bisa cuma si David doang !” katanya.Dia langsung membuka celananya.Terlihat penisnya sudah dalam kondisi ngaceng tetapi masih terbungkus celana dalam.Dia pun berjalan mendekatiku sambil mengacungkan penisnya ke arah mukaku.


“Isep juga nih ! Kalo gak gw bilangin Mama nih !” katanya mengancam.Langsung kubuka celana dalamnya dan betapa kagetnya aku saat membuka celana dalamnya.Penis besar yang tidak kalah dengan penis David,dengan bulu jembut yang sangat lebat.


Masih kaget melihat penis tersebut,Samuel langsung memasukkan penisnya kemulutku yang sedikit menganga.Dia pun langsung menggoyangkan pinggulnya dengan cepat.Aku pun sedikit kewalahan dibuatnya.


“Wih,jago juga lu ci ! Mantapp…Ughh..Isep ci…Gigit dkit…Ohhhhh !” katanya keenakan.Aku memang sudah sering oral sex seperti ini dengan Andi,meskipun tidak pernah melanjutkannya ketahap yang lebih lagi,karena aku takut hamil.


Kujilat kantong bijinya dengan nafsu seperti anjing menjilat majikannya.Kuremas dan kukocok sedikit penisnya saat aku asik menjilat bijinya.Besar sekali pikirku penis kedua adik ku ini.Bahkan genggamanku saja tidak cukup untuk memegang penis mereka.


Asik mengocok dan mengulum penis Samuel,tiba2 aku merasakan adanya kecupan lembut dileherku.Ternyata David tidak bisa hanya diam melihat kedua kakaknya ini sedang “bermain”.Dia mulai meremas kedua payudaraku dengan sangat bernafsu sambil mencium dan menjilati leherku yang berkeringat sehabis lari pagi.


Sekitar 5 menit kami dalam posisi seperti itu,tiba2 tangan kanan David mulai turun menuju vaginaku.Dimasukkan tangan kanannya yang besar itu kedalam celanaku.Diusapnya vaginaku yang masih dibalut oleh celana dalam dengan cepat.Benar-benar membuatku makin basah.


Goyangan Samuel pun mulai cepat dan seketika saja crott..crot…crotttt…Tembakkan sperma kedua dimulutku pun kurasakan.Rasa asin dan sedikit amis itu benar2 membuatku sangat bergairah.Langsung kutelan semua sperma yang berada dimulutku itu dan aku pun bangkit berdiri.


Langsung kelepas semua baju dan celana ku hingga tidak ada sehelai benang pun ditubuhku.Melihat itu Samuel dan David juga langsung membuka baju mereka.


Jadilah kami bertiga,saudara kandung telanjang bulat didepan masing2.Langsung kucium mulut Samuel dengan nafsu seperti orang gila.Aku merasa ada kuluman dilidahku.”Wah ternyata si Samuel udah ahli nih dalam hal beginian” pikirku.David pun tidak tinggal diam.Dia langsung meraih tanganku dan diarahkan kepenisnya yang sudah ngaceng lagi.


“Kocok lagi ci” katanya sambil langsung menciumi leherku lagi.Aku turuti kemauannya.Aku juga mulai mengocok kembali penis Samuel yang sudah kembali bangun.David merespon dengan kocokanku memasukkan jarinya kedalam vaginaku.


Tidak mau kalah dengan adiknya.Samuel pun memasukkan jari tengahnya kedalam lubang pantatku.Awalnya aku kaget akan hal itu.Aku sedikit berteriak,tetapi ciuman Samuel meredam suara teriakanku.Sedikit sakit kurasakan pada awalnya,tetapi setelah itu aku merasakan nikmat luar biasa yang bahkan mengalahkan jari David yang berada di vaginaku.


Jadilah kedua adikku ini memainkan kedua lubang yang ada ditubuhku ini,dengan masing2 dari mereka meremas dan memainkan putingku dengan tangan mereka yang tersisa.Aku pun mengganti bibir yang kucium.Kali ini bibir David yang kuciumi dengan sangat bersemangat.Terasa sekali bahwa David belum pernah mencium bibir seseorang,tidak seperti kakaknya.


“Pake lidah vid,tapi jangan terlalu banyak….Jarang2 aja” kataku mengajarkannya.Dia pun langsung terbiasa dengan irama ciumanku.Bergantian bibirku ini digilir oleh mereka.


Aku sudah benar2 tidak tahan.Mereka makin bernafsu menciumi dan memainkan kedua lubangku.Akhirnya aku pun mencapai batasku.Tubuhku pun langsung kejang2.


“Ohhhh….Uhhhh…” erangku.Nikmat sekali apa yang kurasakan saat ini.Hal seperti ini tidak pernah kurasakan saat aku “bermain” dengan Andi.


“Ci,gw masukkin ya” kata Samuel sembari membaringkan tubuhku dikasur.


“Jangan Sam ! Gw blom pernah” kataku sambil sedikit mendorong tubuhnya.


“Loh gw kira lu sering ci sama Ko Andi” kata David menimpalinya.


“Iya,gw sering kok denger lu desah2 gitu klo lagi dikamar berduaan sama dia”


“Ya paling gw sama dia kaya gini doang.Gak pernah sampe masukkin.” Kataku sambil berusaha bangkit.


“Napa emang?” kata David


“Takut hamil lah”.Tiba2 Samuel bangun,membuka tas sekolahnya,dan betapa kagetnya aku.Dia mengeluarkan sekotak kondom yang telah dibuka.


“Nih pake ini lah.Pas lagi sisa 2 nih” katanya sambil membuka plastik kondom tersebut.David pun diberikannya satu dan langsung mereka memakainya.


“Lu udh siapin buat hal kaya gini?” kataku kebingungan.


“Enggak lah,ini hal gak terduga.Ini kondom gw pke klo lagi maen sama Siska” katanya.Ya,Samuel punya pacar bernama Siska.


Tapi aku tidak habis pikir,adikku sendiri sudah melakukan hal yang lebih jauh dibandingku.Awalnya aku tetap bimbang,tetapi melihat kedua penis adikku ini yang sangat besar benar2 membuat libidoku memuncak.Aku pun pasrah dan berbaring kembali dikasur.


“Nih,selamat menikmati” kataku bercanda sambil menaikkan kakiku dan melebarkan vaginaku.Mereka berdua terlihat sedikit tertawa.


“Lu dluan vid,blom pernah nyobain perawan kan lu?” kata Samuel mempersilahkan adiknya untuk memulai duluan.Tanpa menjawab,David langsung berdiri didepanku dan berusaha memasukkan penis jumbonya kedalam vaginaku yang masih rapat.Akhirnya blessssss….kepala penisnya pun masuk kedalam vaginaku.


“Ahhhhh….Uhhh..pelan2 vid” kataku.David pun hanya terdiam tetapi raut wajahnya memperlihatkan bahwa dia sangat menikmati apa yang sedang dia lakukan saat ini.


Tiba2 tanpa aba2,dia langsung menyodok masuk seluruh penisnya kedalam vaginaku.


“Ahhhhhh…Ohhh…Ughhh…Ahhh..Sa…kit….Ohhhhh” kataku kesakitan sambil meremas sendiri payudaraku.David pun ikut mengerang


“Ohhhhhh….Mantappppp….Gilaaaa..”.Samuel hanya tertawa melihat kedua saudaranya merasakan kenikmatan untuk pertama kalinya.


“Wah ternyata bener ya.Lu masih perawan ci” kata Samuel meledek.Ternyata darah mulai mengucur dari vaginaku.Aku tidak memperdulikannya karena apa yang kurasakan ini sangat nikmat.David mulai menggoyangkan pinggulnya.


“Ohhhh…Ahhhh…terus vid….terus…” kataku keenakan.Tiba2 Samuel langsung menjulurkan penisnya kemuka ku.


“Sambil diisep bisa kali ci” katanya.Aku pun langsung melahap penis besarnya yang sudah kembali ngaceng.David pun mulai mempercepat goyangannya.Plok..Plok..Plok terdengar suara seperti itu.Aku benar2 merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan.Aku ikut menggoyang pinggulku seirama dengan goyangnya David.Eranganku pun tertahan karena penis jumbo Samuel berada didalam mulutku.Tidak lama kemudian,aku mengalami orgasme kedua.


Tubuhku kembali kejang2 dan cairan hangat mulai keluar dari vaginaku.Aku pun menggigit penis Samuel yang berada dalam mulutku.Dia pun keenakan dengan gigitanku tersebut.


Tubuhku sudah benar2 lemas saat itu,tetapi penis David tidak ada hentinya menghujami vaginaku.Samuel akhirnya melesap penisnya dari mulutku dan bergantian mencium bibirku.Lidah kami bertarung dengan dahsyat.Aku pun hanya bisa meremas2 payudaraku sendiri dengan kedua tanganku karena kenikmatan yang kurasakan.Tiba2 David mempercepat goyangannya dan


“Ohhhhhhhh…..Ahhhhhhhh…..”


Goyangannya sedikit melambat.Ternyata David sudah mencapai orgasmenya.Dia pun langsung mencabut penisnya dari vaginanya.Kulihat ada banyak bercak darah yang tersisa dipenisnya yang terbalut oleh kondom.


Dia pun terlihat sangat kelelahan.Samuel juga melepas ciumannya.Aku pikir permainan kita akan berhenti sejenak,tetapi aku salah.Samuel langsung memutar badanku,posisiku sekarang seperti bayi yang sedang merangkak.Aku pun langsung sadar bahwa ini adalah posisi “Doggy Style” yang terkenal itu.
“Giliran gw ya.” Tanpa menunda dia langsung menusuk penisnya masuk kedalam vaginaku.


“Ohhhhhhhhh…Pe..lan..Pelan Sam…Ohhhh….” kataku menahan sakit.Dia tidak memperdulikan kata2 kakaknya ini.Dia langsung mempercepat goyangannya.


“Ahhhhhhhhh…Ohhhhhhhhh…Ohhhh” desahku.Aku sudah benar2 tidak ingat apa2,yang aku tau saat ini aku sedang merasakan surga dunia.Aku merasa sedikit kecewa kenapa baru sekarang aku merasakan ini.Ditengah pikiran ku yang ngalur ngidul.Aku pun mencapai orgasme ku yang ketiga.”Ternyata seks bener2 nikmat” pikirku.


“Cepet amat ci lu orgasme,gw aja blom ada apa2nya nih.Vid itu mulut nganggur.Pake lah biar cici kita ini ngerasain hal enak”.kata Samuel sedikit meledek.


“Bener juga lu” kata David sambil bangkit berdiri.Dia pun melepas kondom yang sudah penuh oleh spermanya itu,lalu langsung membuangnya saja tanpa diikat terlebih dahulu kelantai.Jadilah spermanya berceceran kemana-mana.


“Si Goblok bukannya diiket dlu !” kata Samuel sedikit marah tetapi tetap menyodokku dengan cepat.David tidak memperdulikannya dan langsung memasukkan penisnya kedalam mulutku yang dari tadi terbuka karena mengerang.Sekitar 20 menit kami dalam posisi seperti itu.Samuel pun akhirnya menyerah juga.Dia akhirnya orgasme,tetapi kali ini ternyata kondom yang dipakainya sedikit robek.


Akhirnya sedikit cairan spermanya pun tumbah kedalam vaginaku.Aku sedikit takut sekaligus kaget saat itu.Tapi aku langsung tidak memikirkannya karena kenikmatan yang aku rasakan ini.David pun telah mencapai batasnya dan orgasme lagi kedalam mulutku.


Kutelan semua sperma yang dikeluarkan David,dan juga aku melepaskan kondom Samuel.Masih tersisa sperma yang ada dikondom tersebut.Langsung kuhisap kondom itu seperti minuman.Ku minum semua sperma Samuel yang berada di kondom tersebut.Setelah itu aku jongkok dilantai,dan langsung menjilati sperma David yang tumpah tapi dilantai.


“Gila horny banget lu ci” kata Samuel.


“Emang rasa sperma kaya apa ci?” tanya David kebingungan.


“Gak tau.Pokoknya enak” kataku sambil tertawa.Aku pun kembali menjilati penis mereka berdua.Ku bersihkan hingga ujung2nya.Ku pikir permainan kami selesai sampai disitu karena kami sudah kehabisan kondom.Tetapi apa daya nafsu sudah menjajah,aku pun memiliki ide gila.


“Gimana kalo lu berdua masukkin penis lu ke memek gw?” kataku sambil sedikit memelas.


“Sekaligus?” tanya David


“Iyalah”


“Jijik lah ci,daripada begitu gimana pantat lu aja kita masukkin? Jadinya yang satu memek yang satu pantat” kata Samuel


“Mantap,oke kita coba” kataku bersemangat.Akhirnya Samuel pun langsung berbaring dikasur.Aku disuruhnya untuk memasukkan penisnya kedalam vaginaku dari atas.


Aku pun bergaya seperti “Doggy Style” tetapi bagian atas badanku turun sehingga bagian pantatku naik dan David disuruhnya memasukkan penisnya kedalam lobang pantatku.Tidak perlu waktu lama,kedua penis itu langsung masuk kedalam kedua lubangku itu.Mereka berdua pun langsung menyodok kedua lubangku dengan bengis


“Akhhhhhhhhh..Gilaaaaaa….Ahhhhh…Ohhhhh..Teruss…Terusss…Ohhhhh” kataku keenakan.Tubuh kami saling menempel satu sama lain.Hanya terdengar suara desahan dan erangan dari kami bertiga.Aku pun akhirnya mencapai orgasme keempatku.


“Ohhhhhhhh…..”


Tetapi mereka tidak memelankan irama mereka.Mereka bahkan mempercepatnya yang membuatku benar2 lupa akan segala hal.


“Shhhhh..Ahhhh..Hmmmm…Ahhhh” hanya suara itu yang aku bisa keluarkan.30 Menit berlalu,Aku sudah mencapai orgasmeku yang entah keberapa kali,tetapi mereka berdua masuk asik memainkan penis mereka.Akhirnya Samuel pun menyerah duluan.


Dia puncratkan spermanya kedalam vaginaku.Aku sudah tidak takut hamil lagi,aku tidak memikirkan itu.Tidak lama kemudian David menyusul kakaknya.


Sperma mereka pun menetes keluar dari kedua lubangku.Aku benar2 lemas saat itu.Aku sudah tidak ingat apa2 lagi.Kami pun terbaring diam tidak berbicara apapun sekitar 3 menit.


“Lagi?” kataku memecah kesunyian.Kami pun melakukannya lagi.Entah berapa kali hari itu aku orgasme.Aku sudah benar2 menjadi budak seks kedua adikku.Waktu menunjukkan pukul 5 sore.Kami benar2 sudah mencapai batasnya.


Akhirnya aku pun bangun dengan vagina yang sudah mati rasa.Aku langsung mandi.Tidak lama kemudian kedua adikku itu pun masuk kekamar mandi.Kami tidak melalukan seks dikamar mandi karena benar2 sudah sangat lelah.


“Besok lagi ya dek” kataku bercanda sambil mencubit penis mereka berdua.


“Kalo cici mau bilang aja,kapan aja gw layanin” kata David sambil tertawa.Kami pun tertawa sambil mandi.Akhirnya kami berbicara pada orangtua kami bahwa tidak usah membangun tembok untuk memisahkan kamar kami bertiga.Kami memutuskan untuk tetap tidur satu kamar.Orangtua kami pun mengiyakan tanpa mencurigai apapun.


Jadilah aku,seorang budak seks dari kedua adik kembarku ini.Setiap hari kami seks hingga lupa waktu.Kadang jika Samuel sedang keluar,aku dan David “bermain” berdua.Kadang kalau David sedang sibuk dengan gamenya,aku dan Samuel “bermain” didepannya tanpa rasa canggung.


Permainan kami pun masih berlangsung hingga sekarang.Aku saat ini sudah bersuami,memilikisatu orang anak hasil buah cintaku dengan suamiku.Meskipun aku ragu anak ini adalah anak suamiku.Karena kedua adikku lah yang memuaskan hasrat seksual ku,bukan suamiku sendiri.


/ Cerita Sex / Cerita ABG / Hot / SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan



Masukin say > http://bit.ly/1o9mA9C

Cerita Sex Permainan Mbak Tery

Permainan Mbak Tery. Suatu pagi aku disuruh sama ibu untuk mengantar arisan disalah satu temannya, setelah sampai disana aku langsung mengetuk pintu rumahnya , tak lama kemudian keluarlah mbak Tery anak dari temannya ibuku, dia sudah menikah tetapi dijadikan istri ke dua dari pria yang berada di Bandung, dengan senyumannya yang khas itu dia membukakan pintu sambil berkata.

Permainan Mbak Tery


cerita sex ngentot, cerita ngentot terbaru, cerita orang ngentot, kumpulan cerita ngentot, ngentot cerita, cerita hot ngentot, cerita nyata ngentot, koleksi cerita ngentot, cerita ngentot baru, kumpulan cerita ngentot terbaru.

“eh andre ada apa?” “ini mbak mau nganterin uang arisannya ibu”


“oh ya, masuk dulu dik”


” ok deh” setelah berbincang agak lama akhirnya aku pamit mau pulang.


“ehm, mbak aku mau pulang dulu ya”


”ehm dik gimana klo aku nemenin mbak di rumah sebab ada beberapa tukang dirumah sebelah yang suka mbak, dan dirumah lagi gak ada siapa – siapa?” setelah kupikir – pikir baik juga untuk menolong orang.


Singkat cerita kami udah becengkarama di ruang TV, dan mbak Tery pamit untuk mandi pagi, dan ia bergegas menuju kamar mandi,dan aku pun menuju ke dapur yang notabene berdampingan dengan kamar mandi rumah itu,dan beberapa saat kemudian aku mendengar klo mbak Tery lagi pipis,


Perlu diketahui bahwa kamar mandinya memiliki daun pintu yang agak tinggi pada sisi bawahnya, sehingga saat dia pipis aku bisa dengan bebas melihat pantat yang mulus, berwarna kuning langsat, pemandangan yang indah,


Sesaat kemudian mbak Tery keluar hanya dengan berbalut handuk kecil dan dia tidak menyangka klo aku ada di dapur saat itu, sebenarnya dia agak malu karena bulu pubisnya keliatan dan toketnya yang 36b menyembul dengan indahnya walau tak tampak putingnya.


Tetapi mbak Tery berusaha tenang dan berjalan ke arah kamar tidurnya dengan membelakangiku sehingga aku bisa liat pantat yang benar-benar aduhai, kemudian aku pun bersandar di kursi sambil menonton TV


Tak lama kemudian mbak Tery keluar dari kamar dengan memakai daster one piece dengan dada terbuka, dan bawah berada 10 cm diatas lutut, begitu semox kata orang jawa,selain kuning langsat dan body yang aduhai,


Dia kemudian mendekat dan banyak cerita bahwa dia udah tidak berhubungan badan dengan suaminya sudah lebih dari 10 bulan, dari cerita dia tampak sekali klo dia begitu mengharapkan sentuhan laki- laki.Tak lama kemudian ada ide untuk bermain kartu,


Setelah tak lama bermain dia ada ide cemerlang:


“dek, gimana klo yang kalah main kartu melakukan apa saja yang disuruh oleh yang menang?”


“apa saja ya? asal enggak disuruh nyemplung sumur aja, oke deh lanjut” aku bilang.


Kemudian pada permainan pertama dia menang dan menyuruh aku untuk buka baju atas ku,“horee, aku menang, oke aku boleh minta satu hal sama kamu sesuai perjanjian”
” oke”
“gimana klo kamu melepas baju atasmu?”


” hah?, baju atas?” dengan sedikit bingung tapi akhirnya kuturuti juga permintaan itu.


Pada permainan kedua aku memperoleh kemenangan, ”oke, hehhehe aku menang, ehm apa ya?”


”kamu mau aku gimana, akan aku turuti kok”


”gimana klo mbak buka branya”


’kamu nakal ya, tapi sesuai perjanjian oke dech”dengan serta merta ia membuka bra dengan cara tanpa membuka baju, kemudian buah dada itu begelantungan dengan bebas, dan pentilnya pun tampak ranum seakan memanggil untuk segera diremas,


Tapi aku mencoba untuk tidak memperlihatkan diri klo aku udh terangsang dari tadi, karena gaya duduk yang sangat menantang karena paha yang begitu mulus terpampang jelas didepan mata.pada permainan berikutnya dia menang dan menyuruhku untuk melapas cd, dasar batangku udah hormat dari tadi, dan akupun membukanya dengan gerakan yang sedikit memperlihatkan adikku yang udh berdiri dengan tegak,


Sehingga pertahananku yang terakhir hanya celana selutut yang udah tampak seperti tenda dengan penopangnya, bisa kulihat dia menelan ludah dan udah tidak bisa duduk dengan tenang, sesaat kemudian permainan pun dimulai dan aku keluar sebagi pemenang ”he he aku menang mbak, oke apalagi yang aku mau lucutin, gimana klo CDnya mbak?”,


“ok lagian ini udh basah dari tadi he he” kemudian ia mengangkang didepan mataku dan membuka cdnya dengan berdiri dan duduk kembali, dan pada saat dia duduk dapat aku liat bulu halus jembutnya dan memek yang berwarna merah muda agak kecoklatan,


“kok diam liat pemandangan indah ya?”


“he he he iya mbak” setelah itu aku kalah dan pertahanan terakhirku pun terlepas sehingga adikku sekarang berdiri dengan bebas dan mengkilat,dan ia pun udah tidak tahan tuk menerkamnya, tetpai permainan belum usai, dan kemi melanjutkan permainan kartu tersebut dan aku kalah karena aku udh konak banget hehehehehe dan …..


“dek aku menang dan aku meyuruhmu tuk menjilati memekku ini gimana mau?” sambil dia membuka dasternya dan mengangkang didepan ku.


“ok dech”setelah itu aku jilatin pentilnya sambil kuremas, dan sesaat kemudian kami saling bertatap muka dan kemudian bibir kami saling berpagutan, dan tanganku tak tinggal diam, yang satu meremas tokotnya, dan yang satu aku pakai untuk meremas remas rambutnya yang panjang,


Kemudian aku turun ketoketnya dan kuciumin sambil sedikit aku gigit sehingga dia pun mengerang dan mengelinjang, tak lama aku pun turun dari bukit yang ranum menuju lembah yang telah lembab aku buka, aku jilat dan sedikit aku gigit, aku masukkan jariku serasa masih rapat,(maklum lama enggak diapakai)dia mengerang sambil memohon kepadaku tuk segera menghujamkan tongkatku,


Tapi aku kemudian menyuruhnya untuk mengulum tongaktku hingga pangkalnya setelah ia udah kewalah baru aku buka pangkal pahanya dan sebelumnya aku jilatin kemudian dengan perlahan aku tanamkan pelirku ke memeknya,


Kemudian aku tarik lagi,aku hujamkan lagi kemudian aku tarik lagi, kemudian dengan tenaga penuh aku hujamkan, ternyata sesak sekali memeknya setelah dengan perjuangan akhirnya bisa aku lesakkan pelirku kedalam memeknya kemudian sambil aku pompa tanganku ikut meremas toketnya.


Sesaat kemudian ia memintaku untu bergaya doggie style, setelah itu aku lempar lagi dia ke gaya misionaris, dan tak lama ia pun mengerang karena udh mencapai klimaks, terasa sekali pelirku tersiram cairan hangat dan meremas batangku,


Dan akupun mempercepat irama pompa kenikmatan itu dan dia yang udah lemas menjerit jerit sambil melempar lemparkan kepalanya kekanan dan kekiri, tapi aku aku udh enggak peduli dan tak lama,


“mbak aku mau keluar “gimana nich?” “terserah kamu ndree yang penting nikmat, keluarin didalam vaginaku aja biar kita sama sama di puncak”. kemudian tak lama aku pun mengerang sambil memeluk dia dan segera saja memeknya penuh denh spermaku dan aku pun masih terus memompanya hingga adikku kehilangan tenaganya dan aku cabut pelan pelan sambil sekali sekali aku hujamkan lagi.


Setalah itu akmi berdua lemas, terkapar sambil berbugil ria, dan ia sangat berterima kasih karena telah membuatnya terpuaskan, semenjak peristiwa itu kami jadi sering bertemu untuk memadu kasih, baik dirumah, dihotel karena kami sepakat untuk saling menjadi budak nafsu bagi kami berdua.
/ Cerita Sex / Cerita ABG / Hot / SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan



Buruan masuk > http://bit.ly/242mhhK

Foto Toket didepan Cermin


Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cewek satu ini memang sengaja tidak diperlihatkan wajahnya tapi yang bikin tegang yaitu toketnya dengan yang masih ranum didepan cermin . Foto Sex | Foto Bugil | Foto Telanjang | Foto Hot | Foto Memek | Ada Juga Foto Memek Ndut


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

 


foto hot terbaru, hot memek, gambar toket hot, foto bugil hot, telanjang foto hot, foto hot ngentot

Baca Juga Cerita Panas Horny ditempat Kos


Main yuk say > http://bit.ly/1TeOIDX

Cerita Sex Bertemu ABG Amoy di Mall

Bertemu ABG Amoy di Mall. Jumat malam kemarin saat aku pergi mall karena laper aku ingin makan di salah satu resto yang ad di mall, saat sampai dan duduk di dalam pandanganku tertuju pada gadis ABG yang amoy sedang di pinggir dan memandang kebawah, dengan memakai pakaian yang ketat yang celana gemes aku lihat pahanya sungguh mulus sekali, dari samping toketnya agak sedikit gak terlihat.

Aku pun tertarik untuk mendekatinya kusmperin dia dan bertanya

Cerita Sex Bertemu ABG Amoy di Mall



Ngentot ABG, Cerita Sex ABG, Mesum Kimcil, Hot Kimcil memek,ABG Amoy

“ngeliatin apa si”. Dia menoleh, woo cantik nian, matanya sipit, hidungnya mancung dan bibirnya mungil memberikan senyum manisnya kepada aq.


“Nunggu temen, om”. “Mangnya janjian ya”.


“Iya katanya mo nonton, tapi dah jam segini gak nongol juga, kesel deh Miya”.


“O namanya Miya toh, kenalin”, kataku memperkanalkan diri sambil mengulurkan tangan. Dia menjabat tanganku.


 “Iya om, aku Miya”.


Tangannya tak kulepaskan malah dengan jari telunjukku kukilik telapak tangannya yang sedang kujabat itu.


“Ih, si om iseng deh”, katanya sambil tetap tersenyum.


Karena dia menghadap ke aku, aku bisa melihat bentuk toketnya, masih imut, mungkin umurnya masi muda.


“Sekolahnya kelas berapa”.


“Kelas 1 om”. “Wah abege banget. Dah temennya gak dateng kali, ikutan makan yuk, aku laper nih”, kataku sambil menggandeng tangannya menuju ke resto.
Dia ngikut aja. Sambil makan, dia kuguyoni.


“Nunggu temen cowok ya”.


enggak kok om, cewek”.


“Kok nonton ma cewek, mana asik?”


“Kan cuma mo nonton om, mangnya di bioskop mo ngapain pake asik segala”.


“Ya nonton sembari….”, kataku sambil memutuskan ucapanku, aku pengen liat reaksinya gimana.


“Sembari apaan om”, aku berhasil membuatnya penasaran.


“Sembari ngapain ya kalo dibioskop”.


“Ya nonton lah om, emangnya om kalo nonton sembari ngapain”.


“Tergantung temen nontonnya”.


“Kok tergantung temen nonton, kan ke bioskop mo liat filmnya”.


“Iya, tapi kalo ditemeni abege secantik Miya, jadi gak merhatiin filmnya deh”.


“abis merhatiin apa?”


“Ya merhatiin kamu lah, abis kamu cantik banget”.


“Ih om gombal deh, Miya biasa aja kok”.


“Temen kamu gak dateng, trus nonton ma aku mau gak?”


“Tapi nonton ya om, gak yang lain”.


“Tapi nontonnya ditempatku”.


“Kok ditempat om”.


“Biar private nontonnya, berdua aja, mau gak”.


“Mangnya mo ngapain om berdua aja”.


“Ya bisa sembari ngobrol, makan minum”.


“Kan sekarang dah makan minum, mangnya om masi laper”.


“Ya enggak makan berat kaya gini, makanan ringan lah”.


“Kapuk kali ringan”.


“Mau gak nonton ditempatku”.


“Mangnya om punya film apa?”


“Filmnya asik lah pokoknya, mau ya”.


“Rumah om jauh gak?”


“Napa, besok kan libur skolah kan, pulang maleman gak apa kan, ato pulang pagi aja sekalian biar gak masuk angin”.


“Maunya, ntar gak masuk angin tapi kemasukan yang laen lagi”.


“Mangnya perna kemasukan yang laen?” Dia diem aja.


“Ma cowoknya ya”.


“Gak tau ah, om kok nanya gituan sih”.


“Kan tadi kamu yang bilang kemasukan yang laen. dah pernah ya kemasukan yang laen, nikmat kan?” Dia diem aja lagi.


“Nikmat kan kalo kemasukan”.


“Gak tau ah”.


Aku membayar makanannya dan mengajaknya keluar resto. “Ketempatku ya”.


“Tapi jangan dimsukin ya om”. “Napa, kan enak kalo dimasukin”.


“ak ah, takut”. “Udah pernah aja kok takut si”.


“Sok tau, kata siapa Mey-Mey dah perna kemasukan”.


“Ya nebak aja, udah pernah kan, kayanya si udah”.


“Gak tau ah”. Aku menggandengnya ke baemnet menuju ke mobilku. Dia tidak menolak waktu kuajak masuk mobil, kemudian mobil meluncur meninggalkan basement mal menju ke apartmenku.


“Kok ke apartmen? Om tinggak disini ya”. “Iyalah”. Dari basement apartment, dia kugandeng ke lift dan lift meluncur menuju lantai 35. Dia nurut saja ketika kugandeng keluar lift menuju ke apartmentku.


Dia duduk di sofa, aku duduk disebelahnya. “Mey, kamu tu sebenarnya mo ketemu siapa si di mal?” “Temen, om, kan Miya dah bilang tadi”.


“Tapi gak buat nonton kan”, sambil menatap matanya yang sipit. “Kok om tau si”. “Ya tau lah,


ngapain juga cewek abege secantik kamu sendirian gelisah di mal, pasti ada yang ditunggu dan pasti gak buat perginonton.


Mo ngapain sih, jujur deh ma aku, kamu gak bisa boong kok”.


“Bener kok om, Miya nunggu temen”.


“Tapi gak buat nonton kan”.


“Iya juga seh, om pinter banget si nebaknya”.


“abis nungguin sapa”.


“Nungguin temen om, Miya mo dikenalin ma om om”.


“Kan akhirnya kenalan ma aku”.


“Ya sih om, makanya Miya mau om ajak ke apartment om”.


“Mangnya kamu sering ya maen ma om om”.


“Blon perna kok om”.


“Biasanya maennya ma siapa”.


“Ma cowok Miya om”.


“Sering?”


“Sering juga om, ampir tiap malming kita maen, abis nikmat seh”.


“Besok maen lagi ma cowok kamu”. “enggak om, dia lagi tugas kluar kota”.


“O cowok kamu dah kerja toh, bedanya jauh dong ma kamu”.


“Iya om, dia dah lulus skolanya, jadi dah kerja, 19 taonan lah bedanya”.


“Pantes kamu jadi cepet matengnya”.


“Mangnya Miya mangga, pake mateng segala”.


“Trus napa kamu dikenalin ma om om”.


“Kata temen Miya lebi nikmat maen ma om om katimbang ma cowok ndiri, makanya Miya jadi penasaran, pengen nyobain, kaya apa si nikmatnya”.


“Jadi mau ya maen ma aku”.


“Ya maulah om, kalo gak mau ngapain juga Miya ikut ma om ke apartment. Katanya om mo muterin film, film bokep ya om”.


“Aku gak ada film kok”.


“abis mo langsung maen ya om”.


“Kamu mijitin aku dulu ya”.


“Miya gak bisa mijit kok om”.


“Gak apa, aku tu pengen dielus2 ma kamu kok, bisa kan ngelus2”. Dia tersenyum, manis sekali. Aku masuk ke kamarku duluan. Dikamar aku mengganti pakean dengan celana pendek dan kaos, kemudian aku memanggil Miya masuk.


Aku berbaring telungkup di ranjang dan dia mulai memijit kakinya, mulai dari telapak kaki sampai ke paha. “Om suka olahraga ya, ototnya kenceng gini”, katanya.


“Iya Mey, suka fitnes, mau ikutan?”


“Boleh, kapan om fitnes, Miya ikutan ya”, jawabku.


“Semua otot kan mesti kenceng Mey, kalo gak kenceng mana bisa dipake”.


“Dipake ngapain om”.


Aku hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaannya yang terakhir. Dia sengaja memijat bagian paha sebelah dalam,. “ Aduh Mey enak tapi geli, tu bisa mijit, katanya gak bisa. suka mijitin cowok kamu ya Mey”.


“He eh, dia yang ngajarin mijit om”, sahutnya.


Aku mengangkangkan pahaku dan sesekali disenggolnya selangkanganku, ada sesuatu yang keras didalamnya. Aku udah mulai terangsang dan ngaceng. Pijatan beralih ke pantat dan punggungku. Bagian ini masih tertutup celana pendek dan kaos.


“om enaknya kaosnya dibuka deh supaya mijetnya bisa tuntas”, katanya dan aku langsung melepas kaos dan kembali telungkup.


Punggungku juga berotot. Pijatannya mulai dari bagian bahu. Dia mengambil posisi mengangkangi badanku. Setelah bahu dan punggung, kini pijatannya mengarah ke bongkahan pantatku.
Mulanya dia memijat dari luar celananya, tapi gak bisa tuntas. “om, celananya mengganggu nih”, katanya.


“Dilepas aja ya Mey”, jawabku sambil langsung melepas celana pendeknya.


Sekelebat tampak kon tolku menonjol sekali dibalik cd, besar dan panjang dan sudah keras sekali. Aku kembali menelungkup. Pijatan mulai mengeksploitir bagian pantat dan pangkal paha. Jarinya memijit belahan pantat dan hampir menyentuh biji pelerku.


Selesai dengan pantat, dia minta aku telentang. kon tolku yang besar dan panjang sampai kepalanya nongol dari bagian atas cdku.


“Ih om, ngaceng ya”, katanya manja sambil menduduki kon tolku. Terasa sekali kon tol itu mengganjal pantatnya. Dia mulai lagi dari bahu, untuk melemaskan bagian itu. Perlahan-lahan lalu turun ke bawah kedadaku.


Aku tersenyum saja memandangi wajahnya. “Kamu cantik sekali Mey”, kataku merayu. Dia sengaja menggeser2 pantatnya di kon tolku. Pentilku mengeras, dan sesekali dipilinnya. Dia minta aku menarik nafas ketika dipilinnya pentilku lalu pelan-pelan menghembuskannya.


“Mey”, lenguhku. “Kenapa om, sakit ya pijitan Miya”. “Enggak sakit kok Mey, merinding semua badanku”. Setelah puas memlintir pentilku dia mulai turun ke perut.


Perutku kencang dan tidak berlemak, kepala kon tolku yang nongol dari atas cd seakan mengundangnya untuk meremasnya. Dia juga terangsang melihatnya. Dari perut dia mulai menelusur bawah sampai menyentuh kepala kon tolku.


Aku memejamkan mata sementara dia terus memijit lembut dipangkal paha sampai keselangkangan sambil sesekali menyenggol kon tolku dengan menggosokkan punggung tangannya kekon tolku. Perlahan jarinya diselipkan di karet cdku dan menurunkan cdku perlahan2 sampai lepas.


Nongollah kon tolku yang berdiri tegak, besar dan panjang dengan bulu rambut yang lebat bersambung sampai kepusar dan dada. “Pegang” kataku singkat dan diapun menuruti sambil mengusap pelan-pelan. Tanganku mulai berkeliaran, membuka t shirtnya, bra kemudian celana pendeknya.


Tinggal CDnya yang belum kulepas. Dia kubaringkan dan kemudian aku melumat bibirnya, dan terus menjilat sampai ke toketnya yang imut dengan pentil yang merah coklat. Saat aku mengulum toketnya, dia mulai menggelinjang apalagi jariku mulai menerobos CDnya dan dengan lembut menggosok bibir no noknya.


Dia bergetar sambil berdengus pendek “Uh..uuh..uuhh..”. CDnya kemudian kulorotkan dan kubuka pahanya lebar-lebar. Aku tertegun melihat bibir no noknya yang tipis memerah yang diselimuti jembut yang lebat.


“Mey, jembut kamu lebat sekali ya. Pasti napsu kamu besar ya”. Dia diem saja karena sudah sangat terangsang akibat jilatanku diselangkangnya. “om”, dia mendesah ketika lidahku mulai beroperasi ketengah-tengah no noknya.


Gerakan refleksnya menarik paha keatas dan posisi yang kian membuka menambah leluasa lidahku bekerja lebih dalam keno noknya.


Cairan no noknya mulai tumpah membuat aku tambah ganas, dan mulai menyedot keras it ilnya. Ujung lidahku bermain lincah, dalam, menelusuri menggesek permukaan dalam no noknya membuat dia tambah bergetar menahan rangsangan kenikmatan.


“Uh..uuhh..uuuhhh..” erangannya tambah keras dan pahanya menjepit keras kepalaku dengan kaki yang melingkar kepunggungku. Aku memutar tubuhku pelan sambil terus menyedot no noknya. Posisi 69, dia kusuruh mengulum kepala kon tolku yang besar itu. Lidahnya mulai bermain diantara belahan kepala kon tolku.


Kami berpacu terus dengan posisi 69 sampai “oom…uuuuhhhh..”, badannya menggelinjang hebat sambil mengerang keras dengan suara tertahan karena kepala kon tolku masih terbenam dalam mulutnya. Dia dah nyampe dan kulepaskan kon tolku dari mulutnya.


Aku masih telentang dengan kon tolku masih tegak karena belum tuntas. Aku menyuruhnya naik keatas perutku. Aku berbaring dengan bantal 3 susun dipunggung dan kepala, sambil menyuruh dia duduk diatas kon tolku yang sengaja diposisikan kearah pusar.


Dia duduk mengangkang dengan bibir no nok menempel dikon tolku, dia mulai menggerakan pantatnya maju mundur perlahan. “Ah..nikmatnya Mey”, gumamku sambil menahan kenikmatan karena goyangan pantatnya.


Ternyata dia dah pengalaman juga dalam urusan perlendiran ini. Beberapa saat kurasa cairan no noknya mulai mengalir membasahi kon tolku, dia makin terangsang. Gesekannya makin menggila membuat dia tersentak-sentak saking nikmatnya.


Aku mulai meremas2 toketnya yang imut. “Isap ..om” dan aku melengkungkan badanku berusaha mengulum toketnya. “Uuuhhh..uuuuhhh.., terussss oom…”, pintanya sambil bertambah cepat menggesek no noknya kekon tolku.


Lebih dari 15 menit kemudian dia mengerang tersendat kenikmatan. Aku tau dia akan nyampe lagi, “Ayo putar badanmu” dan secepatnya dia berbalik dengan no noknya menantang didepan mulutku. Dia menarik pantatnya dan lagi-lagi kusedot bibir no noknya sambil sesekali lidah kujulurkan mengilik it ilnya.


Kon tolku terbenam lebih dari separuh dimulutnya, kepalanya turun naik mengocok kon tolku dalam mulutnya. Erangan tertahan dan desahan kenikmatan mengiringi puncak permainan. Tiba-tiba dia menekan pantatku kuat-kuat kemulutnya sambil mendesah panjang dengan kon tolku dimulutku.
“Oom..ooohh”.


Akupun demikian, kukepit kepalanya dengan kaki dan “creet..creet..creeettt… pejuku ngecret semuanya dimulutnya.


“om, belum dimasukin udah nikmat gini ya, apalagi kalo dimasukin”, desahnya.
“Kamu mau dimasukin Mey, “, jawabku.


“om, Miya laper”. “Ya udah, kita mandi dulu, terus baru cari makan malem”. Dikamar mandi, kita saling menyabuni. kon tolku ngaceng lagi, dikocok2 nya kon tolku pelan2.


“om kon tolnya besar banget sih”. Selesai mandi, dia memakai pakaiannya kembali. Kemudian aku pergi dengannya ke warung didepan komplex untuk cari makan malam.


Selesai makan malam, kita kembali keapartment lagi. aku memutar film biru. Dengan 2 bantal besar diatas karpet tebal kami berdua duduk berdampingan sambil nonton film. Permainan panas di film itu membuat dia mulai bergerak menempel kebadanku dan kemudian rebah diatas pahaku.
Aku mengulum bibirnya dengan lembut sambil tanganku mulai bergerak dengan sentuhan halus ke toketnya yang masih dilapisi bra itu. Dia menggelinjang saat aku mulai agresif memainkan pentilnya. “Ayo om..gesek lagi ya..!” pintanya bernafsu. Dia mencium tanganku dan menjilati jari-jariku.


Kemudian aku melepaskan tanganku dari ciumannya dan kembali meremas toketnya dari balik kaosnya. Tanganku menyusup masuk kebalik branya. Kupilin pentilnya secara bergantian. Dia makin menggeliat karena napsunya sudah memuncak.


Tanganku ditariknya menjauh dari toketnya. Dibawa ke arah perutnta. Segera aku mengilik2 pusernya sampai dia menggeliat kegelian, “om geli”. Tanganku segera menyusup ke bawah berusaha merayap terus ke bawah menyelip kedalam cdnya sampai menyentuh jembutnya.


Jangkauanku kini maksimal, padahal target belum tercapai. Dia menaikkan badannya sedikit dan kini jari-jariku bisa mencapai belahan no noknya. no noknya sudah basah, sehingga jari tengahku dengan mudah menyusup ke dalam dan menemukan it ilnya yang sudah mengeras.


Aku lalu memainkan jari tengahku. Pinggulnya mengikuti irama sentuhan jari tengahku. Dia menggelinjang.


“om, lepasin pakean Miya, om, semuanya”, pintanya. Segera aku mengangkat t shirtnya keatas, dia mengangkat tangannya keatas untuk mempermudah aku melepas t shirtnya. Kemudian aku melepas pengait bra dan menarik celananya bersama cdnya, dia mengangkat pantatnya untuk mempermudah aku melepasnya.


Setelah dia berbugil ria, segera akupun melepas semua yang menempel dibadan. kon tol besarku sudah tegak dengan kerasnya. Kami berbaring di karpet ruang tengah dalam keadaan telanjang bulat. Dia mengocok2 kon tolku dengan cepat dan keras, sebentar saja sudah ngaceng lagi.


“om kuat banget ya, tadi baru ngecret udah ngaceng lagi”, katanya.


“Abis dikocok sama kamu sih, kamu juga mau lagi kan Mey”.


“Iya om, Miya kepingin disodok kon tol om”.


Ketika mengocok2 kon tolku dia sudah terangsang juga, no noknya sudah basah, apalagi ketika ngocok kon tolku, aku ngitik2 it ilnya. Aku telentang dan dia menaiki tubuhku. Dengan posisi setengah merayap, dia menjilati mulai dari bawah kon tolku keatas, berputar sejenak di celah kepala kon tolku kemudian mulai dengan mengulum lembut sambil mulutnya turun naik mengocok kon tolku.


“Ooohhhh…ooouuuhhh”, giliranku bergumam tidak jelas. Puas mengocok kon tolku dengan mulutnya, dia langsung duduk diatas perutku dan diarahkan kon tolku kebibir no noknya yang sudah basah.


“Aaahhhh…!” desahnya sambil mencengkeram dadaku ketika kon tolku amblas kedalam no noknya dengan mulus. Kocokan demi kocokan dipadu goyangan pantatnya membuat kami berdua sama-sama merem melek dengan desahan-desahan panjang berulang-ulang.


Dengan kon tol yang masih menancap ketat pada no noknya, aku memintanya menurunkan badannya kebelakang sambil kedua tangannya bertopang kebelakang, aku menyodokkan pantatku kedepan. Luar biasa…kon tolku seolah-olah tertarik kalau pantatnya bergerak kebelakang dan seperti mau patah bila dia menyodok kedepan, terjepit rapat diantara bibir no noknya.


Dengan kepala mendongak kebelakang kadang terangkat, dia makin gila menggoyang pantatnya, “Uuuhhh…ngghhh..!”erangnya tidak jelas. Cairan pelicin no noknya meleleh hangat sampai kebawah kon tolku.


“Hhuuu….huuuu…huuuuuu!” dia kian ganas dan seketika merubah gayanya, duduk diatas pangkal pahaku dengan kon tol tetap tertancap dino noknya, hanya pantatnya saja yang bergerak maju mundur dengan cepat. kon tolku terasa berdenyut-denyut dicengkeram bibir no noknya.


Bercampur aduk rasa nikmat yang kudapat dari permainan ini. “Om….ngghhh..!” dia sudah mendekati puncaknya. “Remes toketnya…om!” pintanya sambil menarik tanganku. Kuremas toketnya, kian kuat remasanku makin kuat sentakan pantatnya dibarengi dengusan napasnya yang memburu.


“Aaaaaaahhhhhh..!” dia menyentak dengan histeris beberapa saat dan kemudian terdiam, roboh keatas badanku dengan jari tangannya mencengkeram kuat kedadaku menimbulkan merah goresan kuku yang panjang.


“Nikmat ya Mey”, kataku tersenyum melihat badannya yang terkulai lemas menindih tubuhku. “Aku akan membuatmu lebih puas, sayang!”. “Miya capek…tapi..om belum ngecret ya”, katanya seraya beringsut turun dari atas badanku dan telentang pasrah. aku mengambil handuk basah dan me lap bibir no noknya dengan lembut.


Dia tersenyum sambil mengepitkan pahanya. Gantian dia membersihkan kon tolku yang tetap ngacung dengan keras. Aku memelukku dan mulai menggeluti tubuhnya lagi. Bibirnya kukulum dengan nafsu, turun kebawah kujilati pentilnya.


Dia menggelinjang pelan, aku meneruskan permainan meraba bibir no noknya, menyentuh it ilnya dan kugesek pelan. Kedua pahanyau terbuka lagi dan untuk kedua kalinya no noknya basah.
Aku gak bisa menguasai nafsuku lagi, dengan cepat berlutut diantara kedua pahanya dan mengatur posisi kon tolku tepat diatas lubang no noknya, merendahkan badannya dan bless….kon tolku langsung menerobos masuk no noknya.


“Aaauuhhhh..!” dia melenguh panjang ketika aku menekan kuat dan mulai memainkan pantatku turun naik. Saat serangan kon tolku kian gencar, matanya seakan tinggal putihnya kadang mendelik kadang terpejam dengan desisan panjang pendek.


Kuangkat kaki kirinya kebahuku dan badannya kumiringkan dengan kaki kanan tetap lurus. no noknya seakan bertambah terbuka dengan posisi demikian. Dengan setengah berlutut, kumasukan kon tolku dalam-dalam keliang no noknya, dan kukocok keluar masuk dengan cepat.


Uuhh..uuhh..uuhh..” dia mendesis berulang-ulang menahan serangan kon tolku. Tangan kananku dengan gesit menggosok-gosok it ilnya sambil kon tolku tetap keluar masuk liang no noknya, membuat dia menjadi liar dan keblingsatan. Kedua bongkahan toket kuremas-remas dan kepalanya sebentar-sebentar diangkat dengan mulut kadang ternganga lebar kadang mendesis tertahan.


Puas mengocok dengan posisi demikian, aku mengganti lagi posisi kami. Dia ku suruh menelungkup dengan pantat sedikit nungging keatas dan paha sedikit mengangkang membuat bibir no noknya kelihatan merekah dan menantang.


Dengan posisi jongkok kugosok-gosokkan kepala kon tolku mulai dari pantat sampai kebibir no noknya, tangannya bergerak cepat kebelakang memegang kon tolku dan menuntun ketengah no noknya, “Ayo om.” Sambil memegang pantatnya, akumendorong masuk kon tolku masuk ke no noknya.


Dengan pelan kepala kon tolku menerobos masuk. Begitu hampir setengah masuk, kusentakkannya agak kuat dan…”blessss’..hampir seluruh kon tolku tenggelam. “Haahh..!” dia menjerit tertahan dengan kepala terangkat. Aku mendiamkan sekian detik untuk merasakan denyutan no noknya mencengkeram kon tolku, baru kemudian kukocok maju mundur dengan pelan.


Sembari mengocok, tanganku merayap dari belakang menggapai toketnya dan mulai meremasnya. “Ooouuuhhh…oouuuhhh” dia mendesah berkali-kali ketika kon tolku mulai membabibuta keluar masuk liang no noknya.


Punggungnya kadang melengkung kebawah kadang keatas dengan pantat bergoyang kiri kanan membuat aku keblingsatan dan makin kencang menggempur no noknya. Cairan no noknya makin banyak mengalir sampai-sampai turun membasahi biji pelerku.


Dia merasakan kegelian dan kenikmatan yang amat sangat seakan menjalar keseluruh syaraf ditubuhnya. “Ssshhh..sssshhhh..!” dia mulai bergumam tak keruan mengiringi genjotanku yang tambah menggila. kon tolku terasa makin keras dan membesar, pertanda aku sudah mulai mencapai puncak kenikmatan. Dia pun demikian kondisinya, badannya bergetar hebat dan tangannya menggapai karuan kiri kanan mencengkeram bantal karpet.


“Huuuhhh…hhuuuhhhh..om..!” dia bagai kesurupan.


Aku mencabut kon tolku dengan tiba-tiba, bergerak duduk diatas karpet sambil bersandar dikaki sofa dengan kaki menjulur lurus kedepan setengah terbuka. Dia kusuruh duduk diatas pangkuanku dan ..blesss..no noknya menelan semua kon tolku dan tanpa diminta aku langsung menggenjot cepat.


Kami berpelukan rapat, mulut saling berpagutan penuh nafsu, saling mengulum sementara pantatnya bergerak histeris memburu puncak kenikmatan yang kian dekat.
“Aauuhhh..auuuhhh..oom…..aaaahhhhhhh…!” dia sudah hampir dipuncak surga dunia dan sesaat kemudian aku mendorong badannya terlentang.


Sekali lagi, dengan sigap aku merubah posisi, tengkurap diatas tubuhnya dan menggenjotkan kon tolku sekuat-kuatnya ke no noknya. Bibir kami kembali saling mengulum sambil berpelukan. Kaki dan tangannya merangkul ketat badanku menahan hentakan-hentakan pantatku yang mendorong kon tolku keluar masuk no noknya.


Detik demi detik kami rangkuh kenikmatan itu bersama-sama….sampai akhirnya, “aaahhhhhhhh….!” dia mengerang panjang mencapai puncak dengan kuku jari tangannya menancap kuat kepunggungku.


“Aaauuuhhhh….Mey !” aku mendesah panjang, kutekan kuat-kuat berulangkali pantatkua dengan cepat dan pada hunjaman terakhir….blesss….pangkal kon tolku dan bibir no noknya seakan jadi satu..dan sesaat kemudian..creetttt..crreeetttt… pejuku berhamburan keras memenuhi no noknya.


 “Ooohh..ooohhhh..!” dia menerima terjanganku yang terakhir berbarengan semburan pejuku yang terasa hangat di no noknya. Sungguh nikmat rasanya. Aku lemes, demikian pula dia. Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam! Akhirnya kami tertidur kelelahan.
/ Cerita Sex / Cerita ABG / Hot / SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan



Main yuk say > http://bit.ly/1QdOk9T

Cerita Sex Liburan yang Nikmat

Liburan yang Nikmat. Kejadian ini terjadi saat liburan akhir semester yang lalu, aku berlibur di bandung, satu minggu lebih aku habiskan di kota kembang reuni teman SMA yan kebetulan kuiliah disana, saya sendiri kuliah di Daerah Yogyakarta, rencanaya saya pakai angkutan darat untuk menuju kesana, pukul jam 2 siang aku sampai di terminal bandung.

Cerita Sex Liburan yang Nikmat


Cerita Sex Tante, Ngentot Tante, Janda Horny, Tante Sange, Tante Bohay,

Saat sedang asyik membolak-balik Taboid Olahraga kesukaan saya, tiba-tiba seorang anak kecil berusia 4 tahunan terjatuh didepan saya, sontak tangan ku menarik si gadis kecil itu.


Sebelum Mengijak Ke Cerita Bisa Lihat Foto Tembem Tante Yanti


“Makasih Dik, maklum anak kecil kerja nya lari-lari mulu” ungkap seorang wanita setengah baya seraya mengumbar senyum manisnya.


Namun walau hampir kepala tiga, Mbak Tina, demikian dia memperkenalkan dirinya pada saya, masih keliatan seperti gadis muda yang lagi ranum-ranum nya….dada gede (34B), pantat bahenol dibarengi pinggul seksi membuat ku terpaku sejenak memandanginya.


“Maaf, boleh saya duduk disini” suara Mbak Tina dengan logat sundanya yang khas memecah ‘keheningan’ saya


“Ssii… silakan Mbak,” balas ku sambil menggeser pantat ku dibangku ruang tunggu bis antar kota di kota kembang itu.


“Mau kemana mbak’”saya coba membuka pembicaraan.


“Anu… saya teh mau ke jogja. Biasa beli barang-barang buat dagang. Adik mau kemana?”


“Sama, jogja juga. Mbak sendiri?” pandangan ku melirik payudara nya yang belahan nya jelas dari kaos lumayan ketat yang dipakainya.


“Ya, tapi ada yeyen kok” katanya sambil menunjuk si kecil yang asik dengan mainannya.


“Saya Andi Mbak” ucapku sambil mengulurkan tangan yang langsung disambutnya dengan ramah.


“Kalo gitu saya manggilnya mas aja ya, lebih enak kedengarannya” ungkap si mbak dengan kembali mengumbar senyum manisnya. Mungkin karena ketepatan jurusan kami sama, saya dan Mbak Tina cepat akrab, apalagi apa karna kebetulan ato gimana, kami pun duduk sebangku di bis yang memang pake formasi seat 2-2 itu.


Dari ceritanya ku ketahui kalo Mbak Tina janda muda yang ditinggal cerai suami sejak 2 thn lalu. Untuk menyambung hidup dia berjualan pakaian dan perhiasan yang semua dibeli dari jogja. Katanya harga nya murah. Rencananya di Jogja 2-3 hari.


Pukul 4.30 sore, bis meninggalkan terminal tersebut, sementara didalam bis kamu bertiga asyik bercengkarama, layaknya Bapak-Ibu-Anak, dan cepat akrab saya sengaja memangku si kecil Yeyen, sehingga Mbak Tina makin respek pada saya.


Tak terasa, waktu terus berjaan, suasana bis begitu hening, ketika waktu menunjukkan pukul 11 malam. Si kecil Yeyen dan para penumpang lain pun sudah terlelap dalam tidur. Sedangkan saya dan Mbak Tina masih asyik dalam obrolan kami, yang sekali-kali berbau ha-hal ‘jorok’, apalagi dengan tawa genitnya Mbak Tina sesekali mencubit mesra pinggang saya.


Suasana makin mendukung karna kami duduk dibangku urutan 4 dari depan dan kebetulan lagi bangku didepan, belakang dan samping kami kosong semua.


“Ehmm..mbak, boleh tanya ga nih, gimana dong seandainya pengen gituan kan dah 2 taon cerainya.” tanya ku sekenanya.


“Iiihh, si mas pikiran nya..ya gimana lagi, palingan usaha sendiri… kalo ga,ya… ini,si Yeyen yang jadi sasaran marah saya, apalagi kalo dah sampe di ubun-ubun.” jawabnya sambil tersipu malu.


“Masa… Ga mungkin ga ada pria yang ga mau sama mbak, mbak seksi, kayak masih gadis” aku coba mengeluarkan jurus awal.


Tiba-tiba si yeyen yang tidur pulas dipangkuan Mbak Tina, nyaris terjatuh.. sontak tangan ku menahannya dan tanpa sengaja tangan kami bertemu. Kami terdiam sambil berpandangan, sejenak kemudian tangan nya ku remas kecil dan Mbak Tina merespon sambil tersenyum.


Tak lama kemudian dia menyandarkan kepalanya di bahuku, tapi aku mencoba untuk tenang, karena ‘diantara’ kami masih ada si kecil yeyen yang lagi asik mimpi..ya memang ruang gerak kami terbatas malam itu. Cukup lama kami berpandangan, dan dibawah sorot lampu bis yang redup, ku beranikan mencium lembut bibir seksi janda cantik itu.


“Ssshhh… ahhh… mas” erangnya, saat lidah ku memasuki rongga mulutnya, sementara tangan ku, walau agak sulit, karna yeyen tidur dipangkuan kami berdua, tapi aku coba meremas lembut payudara seksi nan gede itu.


“Terus mas… enak….. ouhhhh” tangan nya dimasukin aja mas, gak keliatan kok’” rengeknya manja.


Adegan pagut dan remas antara kami berlangsung 20 menitan dan terhenti saat yeyen terbangun


“Mama…, ngapain sama Om Andi” suara yeyen membuat kami segera menyudahi ‘fore play’ ini dan terpaksa semuanya serba nanggung karna setelah itu Yeyen malah ga tidur lagi.


“Oya, ntar di Jogja tinggal dimana Mbak” tanya ku.


“Hotel Mas… Napa? Mas mau nemenin kami…???”


“Bisa, ntar sekalian saya temenin belanjanya, biar gampang, ntar cari hotelnya disekitar malioboro aja.”


Pukul 7 pagi akhirnya kami tiba di terminal Giwangan, Jogja… dari terminal kami bertiga yang mirip Bapak-Ibu dan anak ini, nyambung bis kota dan nyampai dikawasan malioboro setengah jam kemudian.. setelah muter-muter, akhirnya kami mendapatkan hotel kamar standart dengan doble bed dikawasan wisata jogja itu.


Setelah semua beres, si room boy yang mengantar kami pamit.


“Yeyen, mau mandi atau langsung bobo chayank?”


“Mandi aja, Ma… Oya, Om Andi nginep bareng kita ya..?” si yeyen kecil menanyaiku


“Ya, biar mama ada temen ngobrolnya.” jawab Mbak Tina sambil ngajak Yeyen ke kamar mandi yang ada dalam kamar. Di dalam ternyata si mbak telah melepas pakaiannya dan hanya melilitkan handuk di tubuh seksinya.


Dengan posisi agak nungging, dengan telaten Mbak Yeyen menyabuni si Yeyen, dan karena pintu kamar mandi yang terbuka, nampak jelas cd item yang membalut pantat seksi itu. Seperti Mbak Tina sengaja memancing naluriku, karena walau tau aku bisa ‘menikmati’ pemandangan tersebut, pintu kamar mandi tidak ditutup barang sedikitpun.


Tak lama kemudian, Yeyen yang telah selesai mandi , berlari masuk ke dalam kamar..


“Gimana, Yeyen udah seger belom?” godaku sambil mengedipkan mata ke arah Mbak Tina


“Seger Om…. Om mau mandi??”


Belum sempat ku jawab…..


“Ya ntar Om Mandi mandinya bareng mama, sekarang yeyen bobo ya…” celetuk Mbak Tina sambil tersenyum genit kearah ku.


Selagi Mbak Tina menidurkan anaknya, aku yang sudah masuk ke kamar mandi melepas seluruh pakaian ku dan ‘mengurut-urut’ penis ku yang sudah tegang dari tadi. Lagi asiknya swalayan sambil berfantasi, Mbak Tina ngeloyor masuk kamar mandi.


Aku kaget bukan kepalang..


“Udah gak sabar ya……” godanya sambil memandangi torpedo ku yang sudah ‘on fire’


“Haa… aaa… Mbak…” suaraku agak terbata-bata melihat Mbak Tina langsung melepas lilitan handuknya hingga terpampang payudara nya yang montok yang ternyata sudah ga dibungkus BH lagi, tapi penutup bawah nya masih utuh.


Tanpa mempedulikan kebengongan ku, Mbak Tina langsung memelukku.


“Jangan panggil Mbak dong. Tina aja” rengeknya manja sambil melumat bibirku dan tangan kirinya dengan lembut mengelus-elus kemaluan ku yang semakin ‘on fire’.


Aku sudah dirasuki nafsu biarahi langsung membalas pagutan Tina dengan tatkala ganasnya. Perlahan jilatan erotis Mbak Heny turun ke leher, perut… hingga sampe dibatang kemaluan ku.


“Berpengalaman sekali dia ini…” pikirku.


Jilatan yang diselingi sedotan, kuluman dibatang kemaluan hingga buah pelir ku itu membuatku serasa terbang melayang-layang….


“Ohhhh… Tina… nikkk… mat… teruss… isepppp” desahku menahan nikmatnya permainan oral janda seksi ini sambil mengelus-elus rambutnya.


15 menit lamanya permainan dahsyat itu berlangsung hingga akhirnya aku merasa sesuatu yang ingin keluar dari penis ku.


“Akhh… hh… aku keulu..aaarrr…” erangku diikuti semprotan sperma ku dimulut Tina yang langsung melahap semua sperma ku persis seperti anak kecil yang melahap es paddle pop sambil tersenyum ke arahku..


Setelah suasana agak tenang, aku menarik tangan Tina untuk berdiri, dan dalam posisi sejajar sambil memeluk erat tubuh sintal janda seksi ini, mulutku langsung melumat mulut Tina sambil meremas-remas pantatnya yang padat.


Tina membalasnya dengan pagutan yang tatkala ganas sambil tangan nya mengenggam penisku yang masih layu dan mengurut-urutnya. Dan dengan buasnya aku mengecup dan menyedot dari leher terus merambat hingga ke payudara nya yang padat berisi.


“Oohhh.. Ndi…. ahhkkhh.” erangnya tatkala mulutku mulai bermain di ujung putingnya yang tegang dan berwarna coklat kemerahan.


Tanpa melepas lumatan pada mulut Tina, perlahan aku mulai mengangkat tubuh sintal tersebut dan mendudukannya diatas bak mandi serta membuka lebar-lebar pahanya yang putih mulus.


Tanpa dikomando aku langsung berlutut, mendekatkan wajahku kebagian perut Tina dan menjilati yang membuat Tina menggelinjang bak cacing kepanasan.


Jilatin ku terus merambat ke bibir vagina nya yang licin tanpa sehelai bulu pun. Sesaat kemudian lidahku menjilati sambil menusuk-nusuk lubang vagina Tina, yang membuatnya mengerang histeris.


“Ndi… sudah…. Ndi… masukinn punyamu…. aku sudah ga tahan…. ayo sayang…” pinta nya dengan nafas memburu.


Tak lama kemudian aku berdiri dan mulai menggesek-gesekkan penis ku yang sudah tegang dan mengeras dibibir vagina Tina yang seseksi si empunya.


“Sudah…. say…. aku ga ta.. hann… nnn… masukin..” rengek Tina dengan wajah sayu menahan geora nafsunya.


Perlahan namun pasti penisku yang berukuran 17 cm, ku masukkan menerobos vagina Tina yang masih sempit walau sudah berstatus janda itu.


“Pelann… dong say.. sudah 2 tahun aku gak maen..” pinta nya seraya memejamkan mata dan menggigit bibirnya sendiri saat penisku mulai menerobos lorong nikmat itu.


Ku biarkan penis ku tertanam di vagina Tina dan membiarkan nya menikmati sensasi yang telah dua tahun tak dia rasakan. Perlahan namun pasti aku mulai mengocok vagina janda muda ini dengan penis ku yang perkasa.


Untuk memberikan sensasi yang luar biasa, aku memompa vagina Tina dengan formasi 10:1, yaitu 10 gerakan menusuk setengah vagina Tina yang dikuti dengan 1 gerakan full menusuk hingga menyentuh dinding rahimnya.


Gerakan ini ku selingi dengan menggerakkan pantatku dengan memuter sehingga membuat Tina merasa vagina nya diubek, sungguh nikmat yang tiada tara terlihat dari desisan-desisan yang diselingi kata-kata kotor keluar dari mulutnya..


“Ouggghh…. kontolmu enak say… entot Tina terus say… nikmat” rintihnya sambil mengimbangi gerakanku dengan memaju-mundurkan pantatnya.


Tiga puluh menit berlalu, Tina sepertinya akan mencapai orgasmenya yang pertama. Tangan nya dengan kuat mencengkram punggung ku seolah meminta sodokan yang lebih dalam di vaginanya. Tina menganggkat pinggulnya tinggi-tinggi dan menggelinjang hebat, sementara aku semakin cepat menghujam kan penisku di vagina Tina…


“Ooouhhh…. aaahhhh…. hhh…” erang Tina saat puncak kenikmatan itu dia dapatkan..


Sejenak Mbak Tina kubiarkan menikmati multi orgasme yang baru saja dia dapatkan. Tak lama kemudian tubuh sintal Mbak Tina ku bopong berdiri dan kusandarkan membelakangi ku ke dinding kamar mandi.


Sambil menciumi tengkuk bagian belakang nya, perlahan tangan ku membelai dan mengelus paha mulus Mbak Tina hingga tangan ku menyentuh dan meremas kemaluan nya dari belakang, membuat nafsu birahinya bangkit kembali.


Rangsangan ini ku lakukan hingga aku persis berjongkok dibelakang Tina. Apalagi setelah jilatan merambat naik ke vagina Mbak Tina dan mengobok-obok vagina yang semakin menyemburkan aroma khas.


Tak cukup sampai disitu, wajahku ku dekatkan kebelahan pantat montok itu dan mulai mengecup dan menjilati belahan itu hingga akhirnya Mbak Tina seakan tersentak kaget kala aku menjulurkan dan menjilati lubang anus nya, sepertinya baru kali ini bokong seksi dan anusnya dijilati.


“Ouhh…. aakhh… ssstt…. jorok say…. apa kamu lakukan… jilat memek Tina aja..” celotehnya .


Sepuluh menit berlalu, aku kemudian berdiri dan menarik pantat montok nan seksi itu kebelakang dan penisku yang semakin tegang itu ku gosok-gosokan disekitar anus Tina…


“Ouh… ca… kittt… say… jangan disitu, Tina lom pernah say…” rengeknya sambil menahan saat perlahan penisku menerobos masuk anusnya. Setelah sepenuhnya penisku tertelan anus Tina, ku diamkan beberapa saat untuk beradaptasi seraya tangan ku meremas-remas kedua payudaranya yang menggantung indah dan menciumi tengkuk hingga leher belakang dan sampai ke daun telinga nya.


“Nikk… matt… say..” hanya itu yang keluar dari mulut seksi Tina.


Merasa cukup, aku mulai memaju mundurkan penis ku secara perlahan mengingat baru kali ini anusnya dimasuki penis laki-laki. Setelah beberapa gerakan kelihatan rasa sakit dan perih yang dirasakannya tadi sudah berganti dengan rasa nikmat tiada tara.


Perlahan Mbak Tina mulai mengimbangi gerakan ku dengan goyangan saat penis ku semakin memompa anusnya, sambil tangan kananku mengobok-obok vagina nya yang nganggur.


“Aahhh… ooohhh… luar biasa say… nikmat…” Desah Tina menahan nikmatnya permainan duniawi ini. 30 menit berlalu dan aku merasa puas mempermainkan anus Mbak Tina, perlahan ku tarik penisku dan mengarahkan nya secara perlahan ke vagina, dan memulai mengobok-obok vagina itu lagi.


20 menit kemudian aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari penisku, hingga aku semakin mempercepat gerakan sodokan ku yang semakin diimbangi Tina yang sepertinya juga akan mendapatkan orgamasme keduanya.


Diiringi lolongan panjang kami yang hampir bersamaan, secara bersamaan pula cairan hangat dan kental dari penisku dan vagina Tina bertemu di lorong nikmat Tina.. Nikmatnya tiada tara, sensasi yang tiada duanya..


Tak lama berselang, aku menarik penisku dan mendekatkan nya ke mulut Mbak Tiitn yang langsung dijilatinya hingga sisa-sisa sperma yang masih ada dipenisku dijalatinya dengan rakus.


“Tak kusangka mas sehebat ini.. baru kali ini aku merasa sepuas ini. Badan kecil tapi tenaganya luar biasa. Aku mau mas… aku mau kamu mas…” puji Mbak Tina padaku dengan pancaran wajah penuh kepuasan tiada tara…


Sesaat kemudian kami saling membersihkan diri satu dengan lainnya, sambil tentunya sambil saling remas. Saat keluar mandi terihat Yeyen masih terdidur pulas, sepuas mama nya yang baru saja ku ‘embat’.


Setelah Yeyen bangun, kami bertiga jalan-jalan disekitar malioboro hingga malam. Pukul 9 malam kami tiba di hotel, namun kali ini sambil memandikan Yeyen, Mbak Tina tampaknya sekalian mandi.


Saat keluar kamar mandi tanpa sungkan wanita sunda ini melepas handuknya untuk selanjutnya mengenakan daster tipis yang tadi baru kami beli dari salah satu toko di kawasan malioboro.


“Mas.. mandi dulu gih..” ungkapnya saat aku mendekatkan diri dan mengecup lembut bibirnya yang langsung disambutnya.


“Iihh.. mama dan om Andi, ngapain..?” protes si kecil yeyen saat kami sesaat berpagutan didepan meja hias yang tersedia di kamar hotel itu.


Setelah aku selesai mandi, ku lihat Tina lagi ngeloni Yeyen, dan tampaknya kedua ibu-anak ini kecapean setalah jalan-jalan disekitar malioboro.


Akhirnya ku biarkan Tina tidur dan aku gak ngantuk sama sekali mencoba mengisi waktu dengan menyaksikan live liga Inggris yang waktu itu ketepatan menyajikan big match .


Jam 12 malam lebih saat tayangan bola rampung, perlahan aku mendekati Tina dan mulai membelai-belai betis indah janda muda itu dari balik daster tipisnya hingga nyampe pangkal pahanya. Ketika tanganku mulai mengusap-usap vagina, Tina terbangun. Ku ajak dia pindah ke bed satunya, sambil ku lucuti daster tipis yang didalamnya tanpa beha tersebut.


Dengan hanya menggunakan CD tipis berwarna krem, tubuh bahenol itu ku bopong dan ku lentang kan di ranjang satunya, agar kami lebih leluasa dan si Yeyen kecil bisa tidur tenang. Sambil menindihnya, ku remas dan kecup puting payudara putih dan montok itu.


“Aahhh…. mas…” erangnya manja.


Jilatan ku terus merambah menikmati inci per inci tubuh seksi itu hingga sampe di gundukan nikmat tanpa sehelai rambut pun.. Hampir 20 menit lidah ku bermain dibagian sensitive itu, hingga akhirnya..


“Ayo dong mas… cepeten masukin… dah ga tahan nih…”


Perlahan kusapukan penis ku di vagina mungil itu. kelihatan sekali Tina menahan napas sambil memejamkan mata nya dengan sayu dan menggigit bibir bawahnya.


Akhirnya burung ku masuk ‘sarang’. Ku pertahankan posisi itu beberapa saat, dan setelah agak tenang aku mulai menyodok perlahan vagina yang semakin basah itu.


Erangan dan desahan nikmat yang keluar dari mulut seksi janda sintal ini, menandakan dia sangat menikmati permainan duniawi ini.. Tanpa malu dia mendesah, mengerang bahkan diselingi kata-kata kotor yang membangkitkan gairah.. Sementara di bed sebelahnya si kecil Yeyen masih tertidur pulas..


Tina, si Jada seksi yang lagi, ku garap seakan tidak memperdulikan keberadaan putrinya si kecil, Yeyen..


25 menit-an kami ‘bertempur’ dalam posisi konvensional itu, perlahan ku angkat tubuh Mbak Tina hingga kini dia posisinya diatas. Posisi yang nikmat, karna selain menikmati memek nya aku juga bisa dengan leluasa meremas, mencium dan sesekali mengulum payudara montok yang ber-ayun dengan indah itu.. baru 15 menit,tiba-tiba tubuh Tina mengejang diikuti lenguhan panjang..


“Aaaacchh…. aauugghh… Ann.. ddii.. aakku.. kkeelluaa.. aa.. rr…”


Tak lama Tina menghempaskan tubuhnya di dada ku, seraya mulut kami berpagutan mesra. 5 menit lama nya ku biarkan dia menikmati orgasme nya.


Beberapa saat, karna aku belum apa-apa, aku minta Tina menungging karna aku pengen menikmati nya dengan posisi dogstyle.. Dalam posisi nungging keliatan jelas pantat indah janda kota kembang ini.


Perlahan ku kecup dan jilati belahan pantat seksi itu. Secara perlahan jilatan ku sampe ke vagina mungilnya, Tina menggelinjang dan menggelengkan-gelengkan kepalanya menahan nikmat.. disaat itu, tanpa kami sadari.. si kecil Yeyen bangun dan menghampiri kami.


“Om Andi.. ngapain cium pantat mama..” selidiknya sambil terus mendekat memperhatikan memek mama nya yang ku lahap habis..


“Adek tenang aja ya.. jangan ganggu Om Andi… Mama lagi maen dokter-dokteran dengan Om Andi. Ntar mam mau di cuntik .. Yeyen diem aja ya…” Tina coba menenangkan gadis kecil itu..


“Ehmm.,.. hayo Om… cuntik Mama Yeyen cekaaa.. lang Om.. dah ga tahan neh..” rengek Tina.. sedangkan si Yeyen terlihat duduk manis dipinggiran bed satunya, siap menyaksikan adegan yang semestinya belum pantas dia saksikan..


Perlahan penis ku yang sudah on fire ku gosok-gosokkan dari lubang memek Tina hingga menyentuh anusnya, dari arah memek hingga lubang anusnya.


Dan karena tak tega menyaksikan Tina semakin meracau dan merengek minta segera di ’suntik’, secara perlahan ku arahkan penis ku ke liang senggama nya yang licin oleh cairan vagina nya..


“Om, kok Mama Yeyen dicuntik pake burung Om..” protes si kecil yang belum ngerti apa-apa itu.


“Aauhh… ahh….. lebih dalam Mass.. sss.. Ann.. dddi..” pinta Tina dalam erangan dan desahan nikmat nya tanpa mempedulikan keberadaan Yeyen yang terlihat bingung melihat mama nya, antara kesakitan atau menahan nikmat.


30 menit berlalu, aku merasa ada sesuatu yang akan keluar dari ujung penis ku. Agar lebih nikmat, ku putar tubuh sintal janda kembang ini tanpa mencabut penis ku hingga kami kembali paad posisi konvesional.


“Ti… tiiinn.. aku mau keluar” erang ku mencoba menahan muntahan lahar nikmat yang semakin mendesak ini…


“Ntar.. Masss.. ss.. tahann… kita bareng…” Erangnya dengan mata terpejam seraya menggigit kedua bibirnya menahan genjotan ku yang semakin kencang di vaginanya..


Kedua tangan nya mencengkram punggung ku, dan dadanya diangkat membusung, seluruh badannya tegang mengencang, diikuti dengan lenguhan panjang kami berdua.


“Aaaccchhh…. aaauuggghh…” Maniku dan mani nya akhirnya bertemu di lorong kenikmatan itu sementara bibir kami berpagut mesra dan tangan kanan ku meremas payudara nya yang mengecang saat kami orgasme bareng tadi.


Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan itu, kami masih berciuman mesra sambil berpelukan mesra, sementara penisku masih ‘tertanam’ di memeknya. Sadar dari tadi Yeyen terus memperhatikan kami,


Tina dengan wajahnya yang penuh kepuasan sejati, mengedipkan matanya seraya melihat ke arah Yeyen sambil tersenyum manis.. dan aku pun menghempaskan tubuh ku disampingnya, dan saat penis ku akan ku cabut..


“Nggak usah Mas.. biarin aja dulu di dalem..” rengeknya manja dan segera ku hadiahi ciuman mesra di keningnya.. Tak lama kemudian Yeyen mendekati kami yang baru saja permainan ranjang yang begitu dahsyat..


Hari berikutnya selama Ibu dan anak ini di Jogja, kami terus melakukan hubungan seks ini, dengan berbagai variasi dan teknik yang lebih mesra.. bahkan kadang kami melakukan nya di kamar mandi saat mandi.. Malahan kami tak peduli lagi dengan keberadaan Yeyen. Tina juga tak segan mengoral penis ku dihadapan Yeyen..


Liburan tahun baru lalu aku mendatangi nya di Bandung dan menginap selama se minggu lebih di rumah Janda seksi itu.. kepada tetangga sekitar dia mengenalkan aku sebagai keponakan jauhnya.


Dan yang paling penting, kami menghabiskan waktu dengan bermain seks sepuasnya, apalagi si kecil Yeyen telah dia titipkan ditempat orang tuanya di Ciamis, sedang selama aku disana, dia sengaja meliburkan pembantu nya..


Begitulah kisah seks ku dengan Tina, si janda seksi.. Dan pembaca, entah kenapa, sejak saat itu, untuk urusan seks aku merasa lebih menikmati permainan dengan wanita setengah baya.
/ Cerita Sex / Cerita ABG / Hot / SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan



Masukin say > http://bit.ly/1TeOIDX

Cerita Sex Pak Bambang Bejat


Situs yang menyediakan cerita dewasa dan foto hot secara gratis dan selalu update : Cerita Sex | Terbaru | Cerita Ngentot | Cerita Mesum | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Pak Bambang Bejat. Bapak kost yang memang sifatnya genit terhadap anak kos apalagi yang cewek, dia nyebelin banget namanya pak Bambang dia pikirannya selalu menjerumus, peristiwa ini terjadi saat pak Bambang sedang ada pekerjaan di teras rumahnya, saat itu aku juga sedang balik ke kos, kemudian aku menyapa dia “Sore pak Bambang lagi apain??? Tanyaku.


Pak Bambang Bejat


kumpulan cerita sex perkosaan, cerita perkosaan sadis, cerita perkosaan nikmat, cerita perkosaan bergambar, cerita perkosaan paksa, cerita perkosaan enak, cerita perkosaan mahasiswi, cerita nyata perkosaan, cerita cerita perkosaan, cerita perkosaan pelajar, cerita perkosaan nyata, cerita perkosaan di hotel, cerita perkosaan wanita, cerita orang perkosaan, cerita perkosaan baru, cerita cinta perkosaan, cerita perkosaan pacar

Cerita Sex Pak Bambang Bejat



“Eh..mba Maya dah pulang..”sahut Bambang dengan mata berbinar. “Kebetulan aku mau minta tolong sebentar bisa?” Maya yang mau buru-buru ke kamar terpaksa menghentikan langkahnya dan menoleh.


“Apaan pak?” tanyanya sekenanya, kembali ia kesal melihat pandangan mata pak tua itu yang jelalatan ke arah dadanya. “Ini loh..kamu bisa pasangin lukisan ini ga kepaku yang dah saya pasang itu, takutnya tangganya goyang banget karena berat badan saya, maklum agak gendut gini ribet jadinya” katanya sambil cengengesan dan kembali pandangan matanya menyantap kulit leher Maya yang mulus.”nanti saya pegangin tangganya”.


Maya menyanggupi dan dia menaiki tangga yang memang sudah goyang itu, gadis itu baru sadar pas naik ke pijakan kedua bahwa tangga itu memiliki jarak yang cukup lebar antara pijakan-pijakannya, jadi saat kakinya naik ke pijakan kedua, dirinya yang saat ini menggunakan rok span ketat agak kesulitan dan roknya menjadi tertarik ke atas sehingga pahanya menjadi terbuka.


Kejadian itu berulang lagi saat ia ke pijakan ketiga, bahkan jaraknya makin jauh sehingga pahanya makin terbuka lebih lebar. Maya mengutuk dalam hati, saat melirik Pak Bambang yang dengan senyum mesumnya menikmati pahanya yang jenjang dan berkulit mulus bersih itu.


Melihat pemandangan indah ini, Pak Bambang merasa nafasnya sesak sama sesaknya dengan penisnya yang jadi menegang. Sungguh indah bentuk paha gadis ini dan ia dengan bebas bisa melihat dari dekat, ingin rasanya mengelus paha montok nan mulus itu,


Tapi ia menahan diri. Ia menyerahkan lukisan ke Maya untuk dipasang, tapi karena nyantolinnya masih agak tinggi maka gadis itu harus memasangnya dengan mengangkat tangannya setinggi mungkin, ia tidak sadar bahwa karena gerakannya itu blusnya yang pendek ikut tertarik ke atas sehingga terlihat kulit pinggangnya yang ramping sampai ke perut di bawah dadanya.


Dengan sengaja Pak Bambang menggoyangkan tangganya sehingga memperlama dirinya untuk bisa menikmati pemandangan pinggang berkulit mulus gadis itu. Setelah selesai terpasang, Maya menurunkan kaki kirinya ke pijakan kedua yang ternyata tanpa sepengetahuannya telah dilonggarkan pakunya. Sambil terus menikmati paha Maya yang terbuka kembali, Pak Bambang bersiap-siap.


“Eiiihh…eiihh..” Maya menjerit kecil saat pijakannya lepas dan ia terjatuh ke belakang dan saat itu dengan sigap Pak Bambang menangkapnya sehingga tidak sampai terjatuh lebih parah. Merah muka gadis itu karena satu tangan yang menahan dirinya memegang tepat ke pantatnya dan sepertinya ia merasa tangan itu sedikit meremasnya.


Dengan cepat ia menjauhkan badannya dari “pelukan” Pak Bambang yang mengambil kesempatan itu. “Waduh, untung sempet saya pegangin mba nya, kalo ngga bisa berabe tuh..” ujar Pak Bambang cengengesan yang masih menikmati hangatnya tubuh dan kenyalnya pantat Maya tadi walau sesaat tadi.


“Mmm..iya pak, makasih..udah kan pak ya..” tukas Maya sambil ngeloyor pergi dengan diikuti pandangan Bambang yang menikmati gerakan pinggul gadis yang montok itu. “Hmmm..tunggu aja ntar ya..lo bakal kena ama gua” pikir pria tambun setengah tua ini dalam hati.


Sudah banyak planning yang kotor dan mesum darinya yang memang punya sedikit kelainan seks ini. Di dalam kamar, Maya masih sebel sama kejadian tadi. Sudah terlalu sering ia mendapat perlakukan atau kata-kata yang menjurus mesum dari bandot tua itu,


Tapi ia berusaha menahan diri mengingat bahwa tempat kost ini cukup murah dengan fasilitas yang ada juga ditambah lagi dengan lokasi yang di tengah kota dan dekat ke tempat kerja atau mau ke mana- mana.


Maka ia memutuskan untuk tetap bertahan asalkan si mesum itu tidak terlalu kurang ajar. Bila ketemu pasti Maya merasa risih dan agak ngeri ngeliat mata Bambang yang seperti menelanjangi sekujur tubuhnya, tapi terkadang selain ngeri dan risih gadis itu juga merasakan bangga dan senang karena kecantikan dan tubuhnya menjadi perhatian sampai seperti itu walau Bambang bukan levelnya untuk bisa menikmati dirinya.


Beberapa kali kalau berpapasan sama Bambang dan berbincang- bincang, selalu saja tangannya tidak pernah diam menjamah, walau hanya menjamah pundak atau lengannya tetap saja gadis itu merasa risih karena sambil melakukan itu bapak kost itu merayu dengan kata-kata yang kampungan.


“Ahh..udahlah, ga penting juga..mendingan gua mandi” kata Maya dalam hati Sambil berkaca ia mulai melepas satu per satu kancing blusnya dan melepasnya sehingga bagian atasnya kini hanya tertutup BH biru muda yang susah payah berusaha menutupi payudara berukuran 34D itu.


Dengan pinggang yang ramping, maka buah dada itu tampak sangat besar dan indah dan karena Maya rajin ke fitness makin tampak kencang dan padat. Sungguh merupakan idaman bagi semua laki- laki di dunia bagi yang dapat menikmatinya.


Lalu ia melanjutkan dengan melepas rok span-nya ke bawah sehingga kini tubuh yang memiliki tinggi 168cm ini hanya ditutupi bra dan cd yang berwarna senada. Body yang akan membuat laki-laki rela untuk mati agar bisa mendapatkannya, memiliki kulit putih asia dan dihiasi dengan bulu-bulu halus nan lembut.


Menjanjikan kehangatan dan kenikmatan dunia tiada tara. Maya melepas kaitan bra disusul dengan cd-nya yang segera dilemparkan ke ember tempat baju kotor. Ia memandang sejenak ke cermin, melihat payudaranya seperti “bernafas” setelah seharian dibungkus dengan bra.


Gumpalan daging yang kenyal dan padat dengan puting berwarna coklat muda sungguh menggairahkan. “Auuh…” gadis itu sedikit merintih atau tersentak saat ia memegang kedua putingnya, serasa ada aliran listrik menyengat lembut dan menimbulkan rasa sensasi geli pada kemaluannya yang tanpa sadar tangan kirinya turun ke arah vaginanya dan sedikit membelainya.


Sambil senyum-senyum sendiri, gadis itu membayangkan dada telanjangnya dan membusung ini selalu menjadi sasaran remasan dari Roy pacarnya yang tidak penah bosan juga mengulum puting dan menciumi kulit payudaranya yang mulus dan harum itu.


Tidak percuma ia setiap 3 hari sekali memberikan lulur pada tubuhnya, terutama pada payudaranya yang sampai sekarang memiliki aroma yang memabukkan walaupun dalam kondisi berkeringat. Maya menghela nafas panjang menahan gejolak birahi yang timbul, dan sekarang ia merasa ingin dilampiaskan.


Padahal baru tadi malam ia berenang di lautan asmara yang menggelora dengan pacarnya. Ia merasa dirinya selalu saja haus akan belaian pacarnya, padahal hampir setiap ketemu mereka bercumbu dengan hot dan yang suka bikin ngiler adalah mengulum penis Roy sampe bisa keluar spermanya.


Kini ia membayangkan ukuran penis Roy saja udah bikin deg- degan, ga sabar untuk ketemu dan mengemut-ngemut batang kemaluan yang kokoh itu.


“Huuuh..mending gua mandi aja deh, otak gua jadi kotor nih..


” Selesai mandi, sedikit terusir pikiran-pikiran tadi karena sudah tersiram air dingin.


“Loh, kok ga bisa sih nih?” Maya sudah beberapa saat ngga bisa memutar kunci lemari bajunya, ia masih coba terus beberapa saat tapi masih ga bisa juga.


“Duh, mesti minta tolong ama bandot itu dong” keluhnya Untungnya masih ada baju di keranjang yang belum sempat dimasukkan ke dalam lemari. Tapi setelah memilih-milih, di keranjang baju itu hanya ada underwear 2 pasang dan baju- baju khusus tidur yang tipis dan seksi serta baju dalaman sexy seperti tanktop dan rok mini yang mininya 20 cm dari lutut.


Dari pada pakai baju tidur tipis ia memilih rok mini dan tank top yang rendah belahannya. Sebelum ke Pak Bambang, Maya memilih untuk makan malam dulu di ruang makan bersama, sambil makan ia menyalakan tv dan duduk di ujung sofa.


“Ehh..mba Maya baru makan ya..bapak temenin ya, ga baik cewe seseksi kamu makan sendirian” tiba-tiba si bandot itu muncul, dan langsung menyantap paha Maya yang disilangkan itu, sungguh mulus, lalu ia duduk di samping gadis itu.


“Ia pak..sekalian makan pak… terus sama minta tolong kok lemari baju saya ga bisa dibuka yah?” pinta Maya sambil menggeser menjauh dan berusaha dengan sia-sia menarik turun rok mininya.


“buset tuh mataaaa…abis gua..” katanya dalam hati.


“Ooo gitu, nanti saya periksa deeeh…” “Makasih ya pak”. Maya buru- buru nyelesaiin makannya, saat tiba-tiba ia merasa dadanya bagian putingnya terasa gatal. Awalnya berusaha ditahan saja tapi makin lama makin meningkat rasa gatalnya, dan bukan itu saja kini ia merasakan hal yang sama pada vaginanya.


Ia masih berusaha menahan tapi sudah hampir tidak kuat, duduknya jadi gelisah dan ia berusaha menggoyangkan badannya agar rasa gatal itu hilang bergesekan dengan bahan bra-nya dan ia mempererat silangan kakinya.


Tapi rasa gatalnya tidak berkurang, bahkan kini seluruh daging kenyal payudaranya terasa gatal. “Ouuuhh..” akhirnya Maya tidak tahan dan ia menggaruk sedikit kedua payudaranya dengan tangannya, saat ia menggaruk terasa nyaman sekali karena gatalnya berkurang tapi sulit untuk berhenti menggaruk.


Sambil memejamkan matanya karena keenakan menggaruk ia lupa ada Pak Bambang di situ. “Kenapa kamu? Kamu kegatelan yaah?”


“Uuuhh…sssshh..ehm, i…iya pak..” terkejut Maya karena baru ingat ada si bandot di sampingnya, tapi ia terus menggaruk makin cepat dan karena tak tahan ia menggaruk juga ke pangkal pahanya..


“Uuuuuffh..ssshh…” aliran darah Maya berdesir cepat karena sensasi menggaruknya itu selain menghilangkan rasa gatal juga membuat birahinya tergelitik.


“per..permisi pak..uuffh..” sambil terus menggaruk ia mau bangkit dari kursi tapi rasa gatal itu makin menghebat yang akhirnya dia hanya terduduk kembali sambil terus menggaruk Sedetik ia melihat Bambang hanya menonton dengan pandangan penuh nafsu setan ke dirinya yang terus menggaruk itu.


Gadis itu mengutuk karena ia memberikan tontonan gratis kepada pria tua itu tanpa dapat mencegah. Gerakannya makin cepat dan tidak karuan karena kedua tangannya hanya bisa menggaruk – menggaruk bagian dari 3 bagian tubuhnya yang terserang itu, kini rok mininya sudah tersingkap semua karena ia harus menggaruk liang kemaluannya sehingga memperlihatkan kedua pahanya yang jenjang dan berkulit putih mulus itu.


Gadis itu terus merintih-rintih karena kini rasa gatalnya sepertinya tidak bisa digaruk hanya dengan garukan yang masih terhalang kaos dan bh untuk kedua payudaranya dan celana dalam tipisnya untuk vaginanya, tubuhnya serasa lemas karena rasa gatal dan birahinya yang kini membuat vaginanya menjadi basah dan ia merasa putingnya mengeras.


“Misi pak…mau ke kamar dulu niiih..uuhh..” Kata Maya, tapi Pak Bambang diam saja menghalangi jalan keluarnya. Rasanya ingin marah saja tapi rasa gatal itu menghalangi rasa marahnya. Karena akhirnya ia tidak tahan dan tidak bisa mencegah lagi,


Dengan serabutan dan cepat ia menarik tali tank topnya kebawah dan menarik turun branya sehingga kini buah dadanya telanjang yang segera ia menggaruk dengan cepat dua gunung indah itu terutama putingnya yang kini sudah mancung dan mengeras, kakinya bergerak blingsatan karena rasa gatal pada vaginanya makin menghebat.


Pak Mamud tertawa dalam hati, ia menikmati melihat indahnya pemandangan di depannya itu, betapa buah dada Maya yang berbentuk bulat kencang itu tidak tertutup apapun serta baju Maya yang sudah tidak keruan.


Senang ia melihat gadis yang cantik tapi sombong ini kini tampak tidak berdaya. Rencana awal ini berhasil dengan baik, yang ternyata ia telah mengganti kunci lemari baju Maya dan menaruh bubuk gatal pada pakaian dalam gadis itu dan sengaja memilihkan baju yang seksi tertinggal di luar lemari.


Tangan Maya masih bergerak cepat berpindah-pindah mencoba menggaruk 3 bagian tubuh, makin lama makin menghebat dan dari mulutnya meracau tidak jelas. Dengan susah ia berusaha menggaruk vaginanya secara langsung tapi ia kesulitan karena harus menggaruk putingnya.


“Saya bantu ya sayang…” tanpa disuruh ia menarik turun celana dalam tipis Maya, sehingga sekarang terlihat “bibir” bawah tersebut yang dihiasi bulu-bulu halus. Tampak indah sekali dan menggairahkan.


“Nggeeh..ja..gan kurang ooouhh..”ia tidak dapat melanjutkan umpatannya karena ia menikmati garukan pada vaginanya walau ia harus berpindah lagi sambil merintih- rintih terus Ia terkejut sesaat ketika tangan Pak Bambang mengelus-elus pahanya, tapi ia tidak bisa memperdulikannya lagi yang penting ia harus terus menggaruk.


Dengan leluasa Pak Bambang menjelajahi lekuk liku tubuh montok itu tanpa penolakan, kulit pahanya terasa lembut dan daging paha sintal itu terasa kenyal dan hangat dalam usapannya. Karena belaian- belaian yang dilakukannya ini membuat Maya makin menggelinjang karena kini birahinya sudah melonjak.


“Biar ini aku yang bantu yaah..” dengan sigap jari-jari tangannya hinggap di vagina Maya dan menggeseknya dengan liar.


“Ouuuuhh…ss..stoopp…aiiieh… iyaa…ouuhh” ngga jelas Maya mau ngomong apa, sedetik ia tahu vaginanya sedang diobok- obok oleh orang yang dia sebel, tapi ia tidak tau dan tidak berdaya karena rasa gatal dan nafsunya yang memuncak sehingga dia tidak mampu menolak perbuatan Bambang.


Kini ia fokus menggaruk payudaranya, tidak hanya digaruk tapi juga diremas-remas dan memuntir-muntir putingnya sendiri. Dengan leluasa Bambang menggesek-gesek bagian tubuh yang paling rahasia milik gadis itu.


Hampir 5 menit kini liang vagina itu sudah becek dan menimbulkan bunyi kecipak karena gerakan jari-jari Bambang yang sudah ahli itu. “aaahh..jgn dilepas..ohh…pak..” jerit Maya saat tangan Bambang mengangkat tangannya dari vaginanya yg sudah basah itu dan malah “cuman” mengelus- elus pahanya dan meremas pantatnya.


“Kenapa sayang..? kamu mau aku untuk terus mengobok-obok memek kamu..?” tanya Bambang.


“Ngeh..ngeh..iii yaaa paakk… ouufh..” diantara engahannya “kamu yakin..??” “uuhh…ngeh… sssh..” ia hanya mengangguk “kamu mohon dong sama aku..paaak Bambang sayang, tolong obok-obok memek saya… please saya mohon” Mendengar perintah itu, sekejap Maya merasa malu dan marah tapi segera terganti kebutuhan body-nya yang sudah terbakar birahi secara aneh itu.


Ia berusaha untuk tidak mengucapkan itu dengan terus menggaruk, tapi ia tidak kuat..
“ouuh..ngeh..Pa..Pak Bambang sssss….sayaaang, ooh..tol..long obok…obok me…nggeh…memek sayaaaa…pleeeeease… uuuff.. saya mohoooonn…” erang Maya.


Tentu sayang…” Lalu dengan sigap jarinya menggerayangi bibir vagina Maya yang becek itu dan menggesek dengan cepat.


Maya melenguh penuh nikmat sambil meregangkan badannya, lalu tersentak hebat saat jari itu menusuk masuk dan menemukan klitorisnya “Haaa..ternyata disitu yaaa…” dengan ahli ia memainkan jari itu pada g-spot tsb yang mengakibatkan Maya mendesah- desah.


Gadis itu merasakan terbentuknya sensasi orgasme menanjak naik.. “Oouuhh…ja.nggaannn..” ia berusaha menahan dirinya, tapi gerakan jari Bambang makin menggila dan terus menggila, ia sudah hampir tidak tahan.


Sambil menggigit bibirnya dan memejamkan matanya ia berusaha menahan klimaksnya, tidak mengira bahwa dirinya dapat dibuat klimaks oleh Bambang.


“Ouuuuuuhhhhhh…. aaaiiiieeeeeeeeeee…..” dengan teriakan panjang Maya mencapai puncaknya dan tubuhnya menggetar keras. Cairan makin deras membahasai liang vaginanya, ia menikmati setiap detik sensasi luar biasa itu.


Tubuhnya makin lemas dan pandangannya nanar. Ia tak mampu menolak saat Bambang menunduk dan mencium bibirnya yang tipis. “mmmmmpphhh…..” Maya mengerang dan sulit menolak saat lidah Bambang memasuki rongga mulutnya dan melilit-lilit lidahnya, bahkan tanpa sadar ia membalas ciuman itu.


Sementara tangan Bambang masih mengocok kencang dan gadis itu merasakan kembali orgasmenya mau menyeruak lagi..apalagi saat ciuman Bambang berpindah mencium puting kirinya..


“Auukkh..ssttopp..ssssshh… ssshh..” tapi Maya malah membusungkan dadanya mempermudah Bambang menikmati puting kerasnya. Kini rasa gatalnya sudah terganti dengan desakan nafu setan yang tidak pernah terpuaskan, tangannya yang bebas dituntun oleh Bambang ke penisnya di balik sarungnya.


“oouuh..bes..bessar banget ppaakk..” gumam Maya tanpa sadar saat merasakan batang hangat yang berdenyut-denyut dalam genggamannya, ia melirik ke arah batang kemaluan Pak Bambang yang ternyata lebih besar dibanding milik pacarnya, pikiran nafsunya tanpa sadar membayangkan apakah ia mampu untuk mengulum penis itu dalam mulutnya atau membayangkan bagaimana rasanya bila penis itu menyerang vaginanya.


Dengan birahinya yang terus membara dan terus dijaga geloranya oleh Bambang, Maya dengan suka rela mengocok-ngocok penis raksasa Pak Bambang itu, ia sudah tidak ingat akan bencinya dia terhadap pria tua berumur 60 tahun itu.


Bambang mulai mendesah-desah keenakan di antara kulumannya pada kedua puting Maya.


“aaaaaaannggghhhhh… pppaaaakkhh…… aaaaaaannggghh…” Maya mencapai klimaks sampai dua kali berturut-turut karena kocokan tangan Bambang, matanya makin nanar dan bibir seksinya menyeringai seperti menahan sakit. “Sekarang kamu isep punya bapak yaa..kamu kan jago kalo sama pacar kamu”


“ouuh..ngga ma..mau..ap… aauupphhh..mmmhh..” Maya yang lemas akibat klimaks tadi tak berdaya menolak saat Bambang menarik lehernya membungkuk ke arah batang “Mayas” nya, tidak memperdulikan protes Maya yang ia tau hanya pura- pura karena sebenarnya sudah jatuh dalam genggamannya.


Kini dengan dengan bibirnya yang seksi dan lidah yang hangat lembut itu mulai mengulum batang kemaluan itu.


“Oooh..enak sayaaang…kamu memang jago..sssshh…kamu suka kan..?” tanyanya “mmmmmpph… sllluurpp..mmmmmm” hanya itu yang keluar dari mulut Maya, yang dengan semangat memainkan lidahnya menjilati dan menghisap penis Bambang.


Aroma dan rasa dari penis laki- laki itu telah menyihirnya untuk memberikan sepongan yang paling enak. “Bapak tau..kamu cuman cewek sombong yang sebenarnya punya jiwa murahan dan pelacur… plaakk..!!” Maya tersentak saat pantat bulatnya ditepak oleh Bambang, mukanya merah dan marah tapi sebenarnya malah membuat dia makin terangsang dan makin cepat ia mem- blow job penis Bambang.


Belum pernah ia merasakan birahinya dibangkitkan dengan cara kasar ini, tapi ia tau bahwa ia sangat menikmatinya. “Kurang ajar nih aki-aki” gerutunya dalam hati dan ia menggigit gemas ke penis Bambang yng membuatnya itu mengelinjang dan lidahnya makin cepat menyapu urat di bawah penis itu.


“Ayo..sekarang kamu naikin penis aku..” Tanpa berucap Maya mulai menaiki ke atas tubuh tambun Bambang, dengan deg-degan menanti penis besar itu ia menurunkan pinggulnya dengan dibantu tangan Bambang yang memegang pinggangnya yang ramping.


“Ooooh..” Maya mengerang saat ujung “helm” penis itu bersentuhan dengan bibir vaginanya dan mulai memasuki liang surga. Kembali ia mengerang menahan sedikit sakit saat baru masuk sedikit, liang vaginanya berusaha mengimbangi diameter penis Bambang itu.


“Enak kan sayang?” “Hmmmmm…nggh…” Maya hanya mengerang dan memjamkan mata menunggu penis itu membenam ke dalam vaginanya.


Tapi Bambang hanya menggesek- gesek liang vagina Maya itu dengan ujung kepala “meriamnya”. Gadis itu menggoyang- goyang pinggul seksinya dan berusaha menurunkan badannya, tapi Bambang tetap menahan pinggulnya sehingga tetap belum dapat “menunggangi” penis Bambang.


“Hemmm…kenapa sayang? Udah ga sabar yaa ngerasain konto*l bapak?” “Huuh?..nggeeeh… aa..paahh…” Maya ngga tau harus ngomong apa, masih tersisa gengsi pada dirinya.


“Hehehe..masih sok alim uuh..kamu ya..? Kalo kamu mau konto*l bapak, kamu harus memohon dengan mengaku diri kamu itu cuman perek murahan dan lakukan dengan seksi..” “aaahh…sssh..kenapa mes..ti gitu paakk…pleaaase…”


Maya sudah benar-benar terangsang dan tidak bisa berfikir jernih lagi, dalam pikirannya kini hanya penis Bambang saja. Bambang mendengus dan seperti hendak memindahkan tubuh Maya di atasanya, merasa perbuatan itu.


“Oouuh ooke..okeeh paaak… ngeh, tega bgt sih bapak…oouf paak, tolong masukin konto*l ba..ngeehh..bapak ke memekku paak, entotin sayaaa ooh paakk… akkuu..memang cewe murahan yang sok suci..nggeh..pleease..paakk..akuuu mohooon…” pinta Maya memelas sambil meremas-remas kedua payudaranya.


“Hehehehe…kamu tergila- gila ya sama konto*l bapak..”


“Iyaa ppaakkh… please..aku ga tahaaan paakk…”


“Kontol pacar kamu ga ada apa- apanya kan?” “oouuh..jauuh pakkk..punya bapak lebih hebaat dan enaaaakk” “Hehehe..good…ini dia hadiahnya..”


Bambang lalu menarik ke atas tubuh Maya dan menurunkannya kembali, dengan diiringi erangan Maya merasakan penis itu makin dalam masuknya dan sulit ia menahan diri untuk tidak klimaks yang keempat kalinya.


Maya kembali menaikkan badannya dan menurunkan kembali sehingga sudah ¾ penis itu diemut vaginanya. Gerakannya diulangi berkali-kali, awalnya perlahan tapi makin lama makin cepat karena vaginanya sudah bisa “menerima” penis berukuran di atas rata-rata itu.


Gadis itu sudah benar-benar dikuasai nafsu birahinya dan ia merasa terbang ke awang-awang merasakan gesekan-gesekan penis Bambang dengan dinding vaginanya. Tidak sampai 5 menit Maya sudah merasakan akan keluar lagi.


“Ouuh..gilaaa..paaakkh.. oouuuhhhhhhhhh..” Maya mencapai klimaksnya lagi dan ia terus bergerak naik turun menunggangi penis yang masih perkasa itu. Buah dadanya yang besar menggantung itu bergerak naik turun mengikuti irama gerakan badannya, dengan nikmat Bambang meraup gumpalan daging kenyal itu dan meremas- remasnya dengan gemas.


Dengan liar ia terus menunggangi penis itu, diiring dengan bunyi “plok..plok..plok..plok..” yang makin cepat akibat beradunya badan Maya dengan perut buncit Bambang.


Hampir 15 menit Maya menikmati hunjaman-hujaman penis itu, dalam periode itu Maya sudah mencapai orgasme sampai 4x lagi, ia tidak dapat menahan untuk tidak melenguh dan berteriak nikmat.


Pikirannya sulit untuk fokus bahwa ia telah dibuat klimaks oleh seorang laki- laki yang pantas jadi ayahnya. Ia merasa lemah sekali akan nafsu yang menguasainya, tapi sungguh terasa nikmat sekali yang tidak mampu ditolaknya.


Bambang juga sudah hampir mencapai puncaknya, penisnya telah mengeras sampai maksimal dah hal ini juga dirasakan oleh Maya, ia mempercepat gerakan naik turunnya yang menyebabkan buah dada montoknya bouncing naik turun makin cepat.


“Uuuaaahh… gilaaaaa… ooouuuhhh…” akhirnya Bambang tidak dpt menahan lagi, spermanya muncrat seiring dengan klimaksnya yang ternyata berbarengan dengan klimaks yang sangat kuat dari Maya. Bambang merasakan dinding vagina Maya yang hangat itu bergetar menambah kenikmatan klimaksnya.


Dengan lunglai Maya turun dari tunggangannya dan rebah di samping Pak Bambang yang juga masih merem melek habis menikmati tubuh gadis cantik dan sexy itu.


“Kamu memang hebat hebat cantik…” “Cukup pak..ngeh, aku ga tau kenapa bisa kaya gini tadi..ini harusnya gak terjadi, cukup sekali ini terjadi” Maya yang sudah mulai jernih pikirannya, ia kini sangat menyesali bahwa ia menyerahkan dirinya secara sukarela kepada Bambang.


Ia memutuskan untuk pindah kost dan kejadian tadi harus dikubur dalam-dalam, tidak boleh ada yang tahu. Melihat Maya yang mulai membereskan bajunya dan hendak pergi, Bambang bergerak cepat. Ia memegang leher belakang Maya yang sedang membungkuk hendak mengambil cdnya lalu dengan cepat membenturkannya ke meja kayu yang ada di depan mereka duduk.


“uuuugghhh….” kerasnya benturan itu membuat ia setengah pingsan. “hehehe..ga secepat itu sayang..kamu akan jadi milikku..”


Bambang lalu menarik tangan Maya dan gadis itu pasrah saja dibawa dengan setengah sadar masuk ke kamar Bambang. Lalu setelah melepas sisa bajunya, ia merebahkan tubuh telanjang yang masih lemas itu ke atas ranjangnya.


Lalu ia mengikat kedua pegelangan kaki dan pergelangan tangan Maya ke ujung ranjang besi, sehingga kini tubuh telanjangnya itu dalam posisi kaki yang mengangkang lebar. “uuuh..apa-apaan inih…lepasin paak…”dengan suara masih serak dan lemah Maya berontak dengan percuma, ia mulai takut apa yang hendak dilakukan.


Melihat posisi dan kondisi Maya yang menggairahkan itu, Bambang tidak tahan lagi ia membungkuk lalu menciumi payudara montok dan memainkan lidahnya mengecupi puting Maya yang sebentar saja langsung mengeras.


“Ouuh..pak..! lepasin saya pak… kalo ngga sa…aauupphh… mmbbllllmmmmm…” Maya tidak dapat melanjuntukan omongannya karena ditutup lakban oleh Bambang. Kini kesadaran Maya sudah mulai pulih, ia masih terus berusaha memberontak untuk melepaskan ikatan kaki dan tangannya tapi ikatan itu sungguh kuat.


Ia mulai takut karena kini ia tidak berdaya dan berada dlm kekuasaan Bambang. Pandangan matanya mengikuti Bambang seperti mata kelinci yang sedang ketakutan melihat serigala yang akan memangsa, dan air matanya mulai meleleh di pipinya.


“Eeeiih..kenapa nangis cantik? Aku paling ga suka liat cewe nangis…tapi sekarang kita liat film dulu ya…”ujar Bambang sambil memasang kabel menghubungkan dari handycam ke tv. Lalu ia mulai menyetelnya.


Mata Maya terbelalak kaget saat melihat tayangan video di layar tv, jantungnya serasa akan copot dan kepalanya tiba- tiba pusing mendadak melihat adegan per adegan dari video itu.


Ternyata kejadian di sofa ruang tengah tadi semuanya direkam oleh Bambang dari tempat tersembunyi, terlihat jelas saat ia melihat dirinya mulai merasakan gatal yang menyerang, mulai mencopoti bajunya dan sampai kejadian dia berhubungan sex dengan Bambang.


Perasaannya makin hancur saat ternyata Bambang tidak hanya merekam dari 1 sudut saja, terdapat 4 handicam tersembunyi yang merekam seluruh kejadian. Bahkan saat ia memohon kepada Bambang untuk mengobok- obok vaginanya dan pengakuan dia sebagai cewek murahan juga terdengar jelas.


Wajah gadis yang cantik itu jadi pucat dan tubuhnya bergetar, ia sudah menduga apa yang akan diminta oleh Bambang dengan adanya video itu. Perasaannya geram, marah, benci, takut dan lain-lain bercampur aduk, kini ia hanya dapat menangis.


Terlihat jelas bagaimana wajahnya menunjukkan dirinya menikmati setiap detik permainan panas itu dengan aki-aki tambun yang sudah tua. “Percuma kau menangis..kini kamu akan merasakan akibatnya karena selama ini menjadi cewek sombong yang sok suci.


Bapak tau apa yang kamu lakukan sama pacar kamu selama ini, nah..sekarang kamu harus nurut apa yang bapak mau, kalo ngga bapak jamin film ini akan nyebar kemana-mana, kamu ngerti…??” tegas Bambang.


Maya hanya mengangguk lemah dengan pandangan sayu. “Sekarang yang aku minta kamu tidak boleh nangis selama kamu melayani saya..bisa..?? kalo tetap nangis kamu akan terima hukuman yang berat..” Kembali Maya hanya mengangguk dan berusaha menahan air matanya.


Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa akan ada jalan keluar nantinya. Tanpa sadar ia membayangkan kejadian tadi, dan ia teringat akan ukuran penis Pak Bambang yang memang di atas rata-rata. Dengan pikiran itu tanpa dapat dicegah terasa desiran-desiran halus di perutnya dan ia merasa putingnya agak mengeras.


“Sayang…yang punya penis si Bambang konto*l itu..” pikirnya. Maya melotot kaget saat Bambang mengambil sesuatu dari lemari yang ternyata merupakan dildo vibrator yang berukuran panjang. Bambang kini duduk di ranjang di dekat kakinya yang ngangkang itu, memperlihatkan vaginanya yang terbuka menantang, lalu ia mengusap dengan tangannya yang mengakibatkan Maya terhentak.


“Kayanya udah basah nih..udah siap yah..” goda Bambang, lalu ia membungkuk dan wajahnya kini sudah di depan liang surga milik gadis cantik itu, tiba-tiba Maya menggelinjang saat lidah Bambang menciumi dan menjilati vaginanya.


Untuk beberapa saat Maya menggelinjang-gelinjang, nafasnya kembali memburu dan pandangan matanya sayu.


“Ngggeehhhhhhhh…!” Maya menjerit dengan mulutnya yang tertutup lakban, saat Bambang memasukkan dildo ke dalam lubang kemaluannya yang sudah basah dan ngilu itu dan terus mengerang karena dildonya makin dalam ditusukkannya.


Kembali ia menggelinjang hebat saat Bambang menyalakan vibartornyanya. Terasa sakit, tapi setelah beberapa menit rasa sakit itu berangsur-angsur menghilang tergantikan dengan sensasi kenikmatan yang belum pernah ia rasakan atau pernah ia bayangkan.


Kini erangannya terdengar seperti rintihan kenikmatan diiringi dengusan nafasnya yang memburu. Maya melenguh panjang dan pelan, merasakan tubuhnya makin panas dan terangsang. Rasa menggelitik di perut bag bawah makin menggila dan menggelora.


Dengan rasa malu dan kaget, ia mencapai klimaksnya dengan sensasi yang luar biasa..” “nngggggghhhhh… mmmmmmmmmmhhhhh…..!!!!”


Tubuh montoknya menegang sesaat ketika klimaksnya menyerang, pandangan matanya makin sayu. Tapi dildo itu tetap bergetar seperti mengoyak- ngoyak bag dalam vaginanya, dan rasa nikmat kembali dirasakan makin meningkat, nafasnya memburu dan kini pikirannya sudah tidak terkontrol, nafsu birahinya terus membara karena dildo itu.


“Naah..kamu seneng aja ya ditemenin ama dildo bapak ya… tenang aja, getarannya akan makin keras kok udah saya setting dan bapak colokin ke listrik..hehehe..bapak mau bikin back up untuk film kamu tadi ya..” kata Bambang,


Dia hanya ketawa melihat Maya memandangnya dengan tubuh telanjangnya yang menggeliat- geliat, tubuh montok yang tampak berkilat karena keringat. Bambang makin tertawa karena Maya mengerang lagi karena telah orgasme untuk kesekian kalinya,


Lalu ia meninggalkan Maya yang terus mengerang- erang karena getaran dildo itu. Tidak terhitung berapa kali Maya dipaksa untuk orgasme, tubuhnya mengkilat karena basah oleh peluhnya, gadis itu merasa lemas sekali tapi dildo yang menancap di vaginanya memaksa dia untuk terus dirangsang. Akhirnya karena tidak kuat lagi, gadis malang itu jatuh pingsan
/ Cerita Sex / Cerita ABG / Hot / SMA / Cerita Ngentot / Kumpulan



Buruan masuk > http://bit.ly/1o9mA9C